Lintaskaltim.com, BALIKPAPAN – Dewan Perwakilan Rakyat Daerah (DPRD) Kabupaten Kutai Kartanegara (Kukar) melakukan kunjungan kerja ke DPRD Kota Balikpapan pada Jumat (25/10/2024).
Anggota DPRD Balikpapan, Taufiq Qul Rahman bersama Ari Sanda menerima rombongan DPRD Kukar di ruang rapat gabungan kantor dewan.
Kunjungan ini bertujuan untuk membahas kesiapan daerah menghadapi dampak pembangunan Ibu Kota Negara (IKN) Nusantara. Taufiq Qul Rahman menjelaskan bahwa kunjungan ini merupakan upaya membangun komunikasi dan kerja sama antar lembaga legislatif.
“Kita membangun komunikasi antara lembaga legislatif Balikpapan dan Kukar, membahas agar masyarakat bisa berpartisipasi dalam proses pembangunan IKN,” jelas Taufik.
Selain membahas pembangunan IKN, DPRD Kukar sembari melakukan studi komparasi mengenai tahapan pembentukan Alat Kelengkapan Dewan (AKD) di DPRD Balikpapan.
Namun, Taufiq enggan menyampaikan secara terperinci mengenai AKD, mengingat proses tersebut sampai saat ini masih berlangsung di DPRD Balikpapan. Pastinya, kata dia, pembentukan AKD di DPRD Balikpapan mengacu pada Peraturan Pemerintah Nomor 12 tahun 2018.
“Kebetulan sekarang ini pimpinan dan ketua-ketua fraksi sedang berkonsultasi ke Kementerian Dalam Negeri (Kemendagri) mengenai AKD di DPRD Balikpapan,” ungkapnya.
Terkait IKN, DPRD Kukar Fokus Pengembangan Sektor Pangan dan Pariwisata
Sementara itu, Ketua DPRD Kukar, Junaidi, menyampaikan pentingnya kunjungan kerja sebagai upaya memperkuat sinergitas antara Balikpapan dengan Kukar. Sebagai wakil rakyat di daerah penyangga IKN, masing-masing dewan perlu mendorong keterlibatan aktif masyarakat.
“Kita harus membangun kerja sama agar proses pembangunan di sekeliling wilayah IKN bisa maksimal dan masyarakat dapat berpartisipasi,” tutur Junaidi.
Lebih lanjut, terkait dengan tujuan kunker kali ini Junaidi menyorot pengembangan sektor pangan dan pariwisata di Kukar. Upaya tersebut perlu dilakukan agar daerahnya bisa mendukung kebutuhan IKN, apalagi mencermati potensi luasan wilayah Kukar sebagai lahan pertanian.
“Kami akan memperkuat kebutuhan pangan agar ke depannya tidak bergantung dari daerah luar Kaltim,” sebutnya.
Sementara rencana pengembangan sektor pariwisata menjadi perlu agar akses objek wisata tidak terlalu jauh dengan warga IKN. Peningkatan fasilitas wisata seiring pemberdayaan warga lokal akan menjadikan daerah ini sebagai destinasi wisata pilihan warga IKN. (yor/ADV/DPRD Balikpapan)













