Lintaskaltim.com, BALIKPAPAN – Sekretaris Komisi II DPRD Kota Balikpapan, Taufik Qul Rahman, meminta Pemerintah Kota (Pemkot) mendukung pengembangan sektor pariwisata.
Menurutnya, Pemkot lebih fokus pada pembangunan infrastruktur fisik dan pendapatan dari pajak hiburan serta perhotelan, sementara potensi wisata yang dapat meningkatkan Pendapatan Asli Daerah (PAD) masih banyak yang terabaikan.
“Kita dituntut untuk meningkatkan PAD, tapi pemerintah kota tidak memberikan perhatian yang cukup untuk sektor wisata. Mereka hanya fokus pada pajak perhotelan, pajak hiburan, dan destinasi pantai, padahal banyak potensi lain yang bisa dikembangkan,” ujar Taufik dalam keterangannya.
Ia menyoroti beberapa destinasi yang berpotensi besar untuk dikembangkan, salah satunya adalah kawasan hutan mangrove di Kelurahan Margomulyo, Kecamatan Balikpapan Barat. Kawasan ini tidak hanya memiliki nilai ekologis, tetapi juga bisa menjadi wisata edukasi yang menarik wisatawan lokal maupun luar daerah.
Selain itu, wisata edukasi dan kuliner seperti pabrik tahu tempe juga bisa dikembangkan dengan baik. Menurutnya, dengan sedikit investasi dari pemerintah, tempat-tempat ini bisa menjadi destinasi unggulan yang mampu menghasilkan pemasukan dari tiket masuk, parkir, hingga sektor kuliner di sekitarnya.
Taufik juga menyinggung kurangnya kebijakan yang berpihak pada pengembangan wisata dalam jangka panjang. Ia membandingkan Balikpapan dengan kota lain seperti Yogyakarta, yang sukses menjadikan pariwisata sebagai sumber utama pendapatan daerah.
Menurutnya, Balikpapan memiliki banyak potensi wisata, tetapi tanpa perencanaan yang matang dan dukungan pemerintah, sektor ini sulit berkembang.
“Kita punya banyak potensi, tapi kalau pemerintah tidak memiliki pola pikir jangka panjang, sampai kapan pun Balikpapan hanya akan menjadi kota jasa tanpa menghasilkan sesuatu yang berarti bagi masyarakat,” tutur Taufik kepada wartawan, Jumat (31/1/2025).
Dengan kerja sama yang baik, antara DPRD dan Pemerintah Balikpapan pengembangan wisata tidak hanya akan berdampak pada peningkatan PAD tetapi juga membuka peluang usaha dan lapangan kerja baru bagi masyarakat setempat. (Yud/ADV/DPRD Balikpapan)







