Lintaskaltim.com, BALIKPAPAN – Menjelang Seleksi Penerimaan Murid Baru (SPMB) tahun 2025, keterbatasan daya tampung sekolah negeri di Balikpapan menjadi perhatian serius. Ketua Komisi IV DPRD Kota Balikpapan, Gasali, mengimbau masyarakat untuk mempertimbangkan sekolah swasta sebagai alternatif pendidikan yang layak.
Gasali menjelaskan bahwa dari sekitar 11.000 lulusan SD tahun ini, hanya sekitar 5.000 siswa yang dapat ditampung di 28 SMP negeri yang ada di Balikpapan.
“Artinya, hampir setengah siswa tidak bisa tertampung di sekolah negeri,” ujar Gasali saat diwawancarai, Rabu (25/6/2025).
Meski demikian, ia memastikan bahwa siswa tetap memiliki peluang melanjutkan pendidikan melalui sekolah swasta. Sebanyak 13 SMP swasta di Balikpapan telah menerima bantuan subsidi pendidikan gratis dari pemerintah, yang diharapkan dapat membantu pemerataan akses pendidikan.
“Ada 13 SMP swasta yang sudah menerima bantuan subsidi pendidikan gratis. Ini bisa menjadi solusi untuk pemerataan akses pendidikan,” tambahnya.
Tahun ini, sistem seleksi SPMB mengalami perubahan dari sistem berbasis ring ke sistem berbasis domisili. Gasali mendukung penuh perubahan teknis ini, selama prinsip keadilan tetap terjaga. Ia juga mengapresiasi upaya Dinas Pendidikan dalam memberikan sosialisasi kepada masyarakat terkait sistem baru ini.
“Kalau ada keluhan, sampaikan yang bersifat teknis, seperti Petunjuk Pelaksanaan (Juklak) atau Petunjuk Teknis (Juknis). Tapi bukan soal memaksa anak masuk ke sekolah tertentu,” tegas Gasali.
Ia berharap masyarakat memahami keterbatasan daya tampung di sekolah negeri dan lebih terbuka terhadap berbagai alternatif pendidikan, termasuk sekolah swasta yang kini semakin terjangkau berkat subsidi pemerintah.
Dengan pemanfaatan sekolah swasta yang lebih optimal dan perubahan sistem seleksi yang lebih adil, diharapkan seluruh siswa lulusan SD di Balikpapan dapat melanjutkan pendidikan tanpa hambatan berarti. (yud/ADV/DPRD Balikpapan)













