Lintaskaltim.com, BALIKPAPAN – Pemerintah Kota (Pemkot) Balikpapan terus mengupayakan penurunan angka pengangguran melalui berbagai strategi, salah satunya dengan menggelar Job Market Fair 2025. Kegiatan yang berlangsung di Balikpapan Sport and Convention Center (BSCC/Dome) pada 23-24 Juli ini diharapkan mampu menjadi jembatan efektif antara pencari kerja dan perusahaan penyedia lapangan kerja.
Kegiatan ini dibuka dengan sesi Talk Show Karir yang menghadirkan narasumber inspiratif guna membekali para pencari kerja dengan wawasan dunia kerja dan strategi melamar pekerjaan yang tepat.
Staf Ahli Bidang Perekonomian dan Pembangunan Pemkot Balikpapan, Neny Dwi Winahyu, yang mewakili Wali Kota dalam pembukaan acara, menegaskan bahwa bursa kerja ini merupakan bagian dari program penanggulangan pengangguran terbuka yang pada 2024 mencapai 6,22 persen.
“Angka ini dipengaruhi oleh berbagai faktor, termasuk masuknya pendatang dari luar daerah, penurunan volume pekerjaan proyek RDMP Pertamina yang mulai rampung, serta lulusan SMA/SMK yang belum melanjutkan pendidikan tinggi dan masih mencari kerja,” ungkap Neny, Rabu (23/7/2025).
Dalam rangka menekan angka pengangguran, Neny menjelaskan bahwa Pemkot Balikpapan melalui Dinas Ketenagakerjaan (Disnaker) tidak hanya mengandalkan job fair, tapi juga mendorong investasi, pengembangan sektor ekonomi, dan pelatihan keterampilan kerja guna meningkatkan kualitas SDM lokal.
Sementara itu, Kepala Dinas Ketenagakerjaan Balikpapan, Ani Mufidah, menyampaikan bahwa Job Market Fair tahun ini menghadirkan 101 perusahaan dari berbagai sektor, termasuk BUMN, BUMD, dan swasta, dengan total lebih dari 1.700 lowongan kerja untuk 59 jenis jabatan.
“Kami harap tingkat serapan tenaga kerja dari kegiatan ini bisa meningkat. Jika sebelumnya rata-rata hanya 30-40 persen, tahun ini kami menargetkan hingga 60 persen lowongan dapat terisi,” ujarnya.
Antusiasme pencari kerja juga terlihat tinggi. Ribuan pengunjung diperkirakan akan memadati area Dome hingga hari terakhir kegiatan.
“Lowongan yang tersedia cukup bervariasi, dari perbankan, F&B, perhotelan, hingga industri. Ini peluang besar bagi para pencari kerja, terutama generasi muda,” tambah Ani.
Dengan berbagai langkah tersebut, Pemkot Balikpapan berharap Job Market Fair tidak hanya menjadi ajang seremonial tahunan, melainkan solusi konkret dan berkelanjutan dalam menekan angka pengangguran serta meningkatkan kesejahteraan masyarakat kota. (ADV/Diskominfo Balikpapan)






