Lintaskaltim.com, BALIKPAPAN – Ketua DPRD Kota Balikpapan, Alwi Al Qodri, menyoroti sejumlah isu penting menjelang pembahasan Anggaran Pendapatan dan Belanja Daerah (APBD) murni 2026 yang dijadwalkan akan berlangsung maraton mulai besok. Dalam waktu dekat, DPRD juga akan membahas APBD Perubahan 2025 Salah satu fokus perhatian Alwi adalah penanganan stunting di Balikpapan.
Ia mengungkapkan bahwa hingga saat ini belum menerima laporan terkait program penanganan stunting dari organisasi perangkat daerah (OPD) terkait.
“Saya kurang hafal angka pastinya, tapi kalau tidak salah angka stunting di Balikpapan sekitar 11 hingga 19 persen. Nanti saat pembahasan APBD kita akan lihat apakah ada program prioritas dari OPD terkait untuk menangani stunting ini di tahun 2026,” ujar Alwi, Jumat (1/8/2025).
Selain itu, Alwi juga menekankan pentingnya program Kota Ramah Anak. Ia berharap Pemkot Balikpapan dapat menghadirkan lebih banyak ruang bermain anak di tiap kelurahan sebagai bagian dari upaya mengurangi ketergantungan anak terhadap gawai.
“Anak-anak sekarang sangat dipengaruhi oleh gadget. Ini berdampak pada penurunan prestasi belajar. Maka saya minta agar di setiap kelurahan ada taman bermain untuk anak. Ini sangat penting sebagai upaya agar anak-anak tidak melulu bermain HP,” tegasnya.
Dalam kesempatan yang sama, ia juga menanggapi persoalan rendahnya akses pendidikan di beberapa sekolah swasta di Balikpapan. Ia mengaku heran dengan informasi bahwa ada sekolah swasta yang tidak mendapatkan murid sama sekali.
“Setahu saya, Pemkot sudah memberikan subsidi kepada sekolah-sekolah swasta. Tapi kalau masih ada sekolah yang tidak memiliki siswa, mungkin itu karena kurangnya publikasi dan promosi,” jelasnya.
Menurutnya, sekolah swasta harus lebih aktif dalam melakukan inovasi dan promosi agar masyarakat mengetahui keberadaan dan keunggulan sekolah tersebut.
“Jangan hanya diam. Sekolah swasta harus kreatif, gunakan media sosial seperti Instagram atau Facebook untuk memperkenalkan keunggulan sekolah mereka. Jika tidak, mereka bisa kalah bersaing dengan sekolah negeri,” tutup Alwi. (yud/ADV/DPRD Balikpapan)








