Kolaborasi Warga dan Aparat Jaga Kondusivitas Balikpapan di Tengah Gelombang Aksi

banner 728x250

Lintaskaltim.com, BALIKPAPAN – Gelombang aksi unjuk rasa yang berlangsung di berbagai daerah beberapa waktu terakhir, termasuk di Kota Balikpapan, berjalan aman dan damai berkat sinergi antara masyarakat dengan aparat keamanan.

Peran tokoh agama, organisasi kemasyarakatan (ormas), pemuda, hingga komunitas ojek online dinilai sangat berpengaruh dalam menciptakan situasi kondusif di lapangan. Aparat TNI-Polri bersama instansi terkait juga berhasil mengawal jalannya aksi tanpa menimbulkan kericuhan.

Wali Kota Balikpapan Rahmad Mas’ud menegaskan bahwa kondusivitas kota merupakan hasil dari kebersamaan seluruh pihak. Menurutnya, penyampaian aspirasi masyarakat adalah bagian dari demokrasi yang harus dihargai, namun tetap dilakukan dengan tertib dan damai.

“Kita patut bersyukur karena Balikpapan tetap terjaga sebagai kota yang nyaman dan damai. Ini semua berkat kepedulian serta kerja sama seluruh warga dan aparat,” ujar Rahmad saat menghadiri kegiatan aksi solidaritas ratusan driver Ojol di simpang Plaza Balikpapan, Selasa malam (2/9/2025).

Tak hanya itu, lanjut Rahmad bahwa kehadiran tokoh agama yang menenangkan umat, peran ormas yang mengingatkan anggotanya, hingga keterlibatan pemuda dan komunitas ojek online dalam menjaga ketertiban, sangat membantu aparat di lapangan

Rahmad menambahkan, pemerintah kota bersama jajaran TNI-Polri terus berkoordinasi dalam mengantisipasi potensi gangguan kamtibmas, terutama di tengah meningkatnya dinamika politik dan sosial.

Ia juga mengapresiasi sikap dewasa masyarakat Balikpapan yang mampu menyampaikan pendapat tanpa harus menimbulkan keresahan.

“Kami berharap semangat kebersamaan ini terus terjaga. Aspirasi boleh disampaikan, tetapi jangan sampai ada pihak yang memprovokasi atau merusak fasilitas umum. Balikpapan adalah rumah kita bersama, sehingga tanggung jawab menjaganya ada di pundak kita semua,” tegasnya.

Selain itu, Rahmad mengingatkan pentingnya menjaga persatuan dan tidak mudah terprovokasi oleh informasi yang tidak benar atau hoaks di media sosial. Menurutnya, peran aktif masyarakat dalam menyaring informasi sangat penting agar tidak menimbulkan keresahan yang berlebihan.

“Jangan sampai kita terpecah hanya karena isu yang belum tentu kebenarannya. Mari kita kedepankan komunikasi yang sehat, serta tetap menjaga suasana damai di kota kita,” pungkasnya. (ADV/Diskominfo Balikpapan)

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *