Pemkot Balikpapan Konsisten Gelar Pasar Murah, Rutin Tiga Kali Sepekan

Lintaskaltim.com, BALIKPAPAN – Pemerintah Kota (Pemkot) Balikpapan terus menunjukkan komitmennya menjaga stabilitas harga dan ketersediaan pangan bagi warganya. Melalui Dinas Ketahanan Pangan, Pertanian, dan Perikanan (DKP3), program pasar murah telah menjadi agenda rutin yang digelar sejak 2023 hingga kini, dengan frekuensi tiga kali dalam sepekan.

Kepala DP3 Kota Balikpapan, Sri Wahjuningsih, menegaskan bahwa pasar murah ini bukan sekadar kegiatan insidental yang hadir pada momen tertentu, melainkan dijalankan secara konsisten hampir sepanjang tahun.

“Pasar murah ini kami gelar selama 11 bulan dalam setahun. Setiap Selasa pagi dilaksanakan di halaman Kantor Dinas Pariwisata pukul 07.00–09.00 Wita, lalu setiap Sabtu di Taman Tiga Generasi. Sedangkan hari Minggu di Taman Bekapai,” jelas wanita yang akrab disapa Yuyun, Selasa (2/9/2023)

Menurutnya, beras Stabilisasi Pasokan dan Harga Pangan (SPHP) menjadi komoditas utama yang paling banyak diburu warga. Namun, selain beras, pasar murah juga menyediakan kebutuhan pokok lain seperti minyak goreng, gula pasir, telur, tepung, hingga sayur-mayur dengan harga lebih terjangkau dibandingkan pasaran.

“Tujuan utama kami adalah meringankan beban masyarakat dalam memenuhi kebutuhan sehari-hari, sekaligus menjaga agar potensi kenaikan inflasi di daerah bisa ditekan,” tambahnya.

Antusiasme masyarakat terhadap program ini cukup tinggi. Hal itu terlihat dari pelaksanaan Gerakan Pangan Murah (GPM) serentak di enam kecamatan pada Sabtu, 30 Agustus 2025 lalu. Dari target penjualan 7 ton beras SPHP per kecamatan, realisasi penjualan bahkan mencapai 18,6 ton secara keseluruhan. Lonjakan permintaan tersebut mencerminkan tingginya kebutuhan masyarakat akan pangan murah dan terjangkau.

“Kami ingin memastikan bahwa kebutuhan dasar masyarakat tetap terpenuhi dengan harga yang wajar. Ini bagian dari ikhtiar menjaga daya beli warga sekaligus mendukung ketahanan pangan daerah,” ujarnya

Keberhasilan pelaksanaan pasar murah tak lepas dari dukungan Perum Bulog yang menjadi mitra strategis Pemkot Balikpapan. Kolaborasi ini dinilai penting untuk menjamin ketersediaan stok beras SPHP dan komoditas pangan lainnya.

“Dengan konsistensi tersebut, Pemkot Balikpapan berharap program pasar murah bisa terus berjalan berkesinambungan, sehingga manfaatnya dapat dirasakan oleh seluruh lapisan masyarakat, terutama kalangan menengah ke bawah,” harapnya.

Selain menjaga harga, kehadiran pasar murah juga memberi ruang interaksi sosial yang positif. Warga dapat langsung membeli kebutuhan pokok di satu lokasi dengan harga bersahabat, sementara pemerintah bisa mendapatkan masukan terkait kebutuhan nyata masyarakat di lapangan. (ADV/Diskominfo Balikpapan)

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *