Makna Filosofis di Balik Logo Balikpapan Fest: Simbol Kebersamaan dan Harmoni Nusantara

Lintaskaltim.com, BALIKPAPAN — Di tengah gegap gempita Balikpapan Festival (BPN Fest) 2025, ada satu elemen yang kerap luput dari perhatian, namun menyimpan makna mendalam: logo Balikpapan Fest.

Logo dengan lambang batu bertumpuk tiga yang dikenakan oleh panitia dan jajaran penyelenggara bukan sekadar identitas visual, melainkan simbol filosofi yang mewakili semangat kebersamaan dan kolaborasi warga Kota Minyak.

Kepala Dinas Pemuda Olahraga dan Pariwisata (Disporapar) Kota Balikpapan, C.I Ratih Kusuma mengatakan, gambar batu bertumpuk tiga itu menjadi ikon tetap sejak Balikpapan Fest pertama kali digelar pada 2020. Tahun ini, ajang tersebut memasuki volume ke-6, menandakan konsistensi dan keberlanjutan Balikpapan dalam menghadirkan festival budaya berskala nasional.

“Saya berada di depan menggunakan baju hitam dengan lambang batu bertumpuk tiga. Itu lambang Balikpapan Fest yang berarti ringan sama dijinjing, berat sama dipikul,” ujar Ratih pada Rabu (5/11/2025).

“Lambang ini selalu kami sematkan di setiap penyelenggaraan, meski tema setiap tahunnya berbeda.” Tambahnya.

Tahun 2025, Balikpapan Fest mengusung tema “Harmoni Nusantara”, yang merepresentasikan semangat menyatukan keberagaman suku dan budaya dari seluruh penjuru Indonesia.

Melalui tema ini, panitia berupaya menonjolkan kearifan lokal Kalimantan Timur, yang mencakup tiga karakter utama budaya: pesisir, pedalaman, dan keraton, tiga unsur yang menggambarkan keseimbangan dan persaudaraan dalam keberagaman.

“Konsep kearifan lokal ini menyatukan budaya Kalimantan Timur dalam harmoni. Ada pesisir yang dinamis, pedalaman yang kuat dalam tradisi, dan keraton yang sarat nilai sejarah,” jelasnya.

Balikpapan Fest sendiri merupakan event tahunan Pemerintah Kota Balikpapan yang telah sukses menembus kurasi nasional Kementerian Pariwisata dan Ekonomi Kreatif selama enam tahun berturut-turut. Bahkan, penyelenggaraan tahun 2026 dikabarkan sudah lolos tahap administrasi dan akan kembali dikurasi untuk tingkat nasional.

Lebih dari sekadar festival budaya, Balikpapan Fest menjadi ajang penting untuk mempromosikan kota sebagai destinasi wisata unggulan serta menguatkan sinergi antara pemerintah daerah dan pusat.

Dengan keberhasilan tahun ini, Balikpapan semakin menegaskan posisinya sebagai kota yang siap menuju panggung global.

“Harapan kami ke depan, wisatawan tidak hanya datang dari lokal atau domestik, tapi juga dari mancanegara. Balikpapan Fest adalah jendela untuk memperkenalkan kota ini ke dunia,” pungkasnya.

Logo batu bertumpuk tiga itu pun kini bukan sekadar lambang. Ia menjadi simbol persatuan, gotong royong, dan harmoni, nilai-nilai yang terus dijaga oleh masyarakat Balikpapan dalam setiap langkah menuju kota wisata berkelas dunia. (yad/ADV/DPOP Balikpapan)

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *