Lintaskaltim.com, BALIKPAPAN — Upaya memajukan sektor pariwisata Kota Balikpapan terus dilakukan Dinas Pemuda, Olahraga, dan Pariwisata (Disporapar). Salah satu langkah kreatif yang kini digencarkan adalah mendorong pihak perhotelan dan restoran untuk menampilkan rekomendasi destinasi wisata lokal di dalam buku menu maupun di kamar hotel.
Kepala Disporapar Kota Balikpapan, dr. C.I Ratih Kusuma, mengatakan bahwa inisiatif ini merupakan bentuk promosi wisata yang sederhana namun efektif, karena langsung menjangkau wisatawan dan pengunjung yang datang ke restoran maupun menginap di hotel.
“Kami harapkan melalui PHRI (Perhimpunan Hotel dan Restoran Indonesia) seluruh restoran dan hotel di Balikpapan bisa menampilkan informasi destinasi wisata di buku menu atau media promosi mereka,” ujar Ratih, pada Senin (10/11/2025).
Ratih menjelaskan, pihaknya sudah berkoordinasi dengan PHRI Balikpapan untuk menyalurkan tautan (link) dan kode QR berisi informasi wisata, mulai dari destinasi alam, budaya, hingga kuliner khas Balikpapan.
Melalui kode tersebut, pengunjung dapat langsung mengakses informasi digital mengenai lokasi wisata, jam operasional, hingga rekomendasi aktivitas menarik di setiap tempat.
“Kami sudah memberikan link dan barcode-nya kepada PHRI. Jadi tinggal diterapkan saja di buku menu atau katalog hotel. Salah satu yang sudah menerapkannya adalah Scako Resto,” jelasnya.
Sebagai contoh, Scako Resto telah menampilkan daftar rekomendasi wisata Balikpapan di halaman pertama buku menunya. Selain menjadi sarana promosi, langkah ini juga berfungsi sebagai edukasi ringan bagi pengunjung untuk lebih mengenal potensi wisata kota minyak.
“Di Scako Resto itu sudah bagus, di buku menunya langsung ada rekomendasi tempat wisata di Balikpapan. Jadi pengunjung bisa tahu ada wisata apa saja yang bisa mereka kunjungi setelah makan,” tambah Ratih.
Menurutnya, sektor perhotelan dan restoran memiliki peran penting dalam memperluas jangkauan promosi wisata, karena sebagian besar wisatawan berinteraksi langsung dengan tempat-tempat tersebut selama berkunjung ke Balikpapan.
“PHRI ini kan membawahi hotel dan restoran. Jadi kami dorong agar mereka ikut aktif mempromosikan Balikpapan lewat cara yang sederhana namun berdampak besar,” katanya.
Ratih berharap, langkah ini dapat menumbuhkan kesadaran bersama antara pemerintah dan pelaku industri hospitality untuk berkolaborasi dalam memperkenalkan daya tarik kota Balikpapan.
“Promosi wisata tidak harus selalu melalui baliho atau media besar. Kadang hal sederhana seperti ini justru lebih efektif, karena langsung menyentuh pengunjung,” tutupnya.
Dengan langkah tersebut, Balikpapan diharapkan tidak hanya dikenal sebagai kota industri, tetapi juga destinasi wisata yang ramah, kreatif, dan informatif bagi para wisatawan. (yad/ADV/DPOP Balikpapan)











