Masih Ada Penolakan, Puskesmas Kariangau Berikan Edukasi Soal Pentingnya Imunisasi

Lintaskaltim.com, BALIKPAPAN – Meski pelaksanaan Bulan Imunisasi Anak Sekolah (BIAS) di wilayah kerja Puskesmas Kariangau telah berjalan lancar di sebagian sekolah, masih ditemukan sejumlah kendala di lapangan. Salah satunya adalah penolakan imunisasi dari sebagian orang tua murid.

Koordinator Imunisasi Puskesmas Kariangau, Rezky Putri Setyaningtyas, mengatakan program BIAS telah dilaksanakan sejak Agustus dan kembali berlanjut pada November 2025 dengan menyasar SD 015, SD 020, SD 021, serta Ponpes Jamiatul Islamiyah.

“Untuk total sasaran di semua sekolah ada sekitar 461 anak. Namun capaian saat ini baru sekitar 60 persen karena ada beberapa kelas yang masih rendah, terutama kelas 2,” jelas Rezky pada Rabu (12/11/2025).

Ia mengakui sebagian anak belum diimunisasi karena orang tua menolak atau anak sedang sakit sehingga penundaan harus dilakukan.

“Kami sudah lakukan pendekatan kepada orang tua yang menolak. Sebagian akhirnya setuju, tapi ada juga yang menolak karena faktor keyakinan. Itu yang paling sulit,” terangnya.

Selain itu, ketakutan anak terhadap jarum suntik juga menjadi kendala tersendiri. Meski demikian, selama ada izin dari orang tua, imunisasi tetap dilaksanakan sesuai prosedur.

Rezky menegaskan bahwa imunisasi merupakan program wajib pemerintah dan telah diatur dalam undang-undang. Oleh karena itu, dukungan dari orang tua dan pihak sekolah sangat dibutuhkan agar hak anak terhadap kesehatan dapat terpenuhi.

“Kami harap sekolah dan orang tua bisa terus berperan aktif mendukung kegiatan ini. Imunisasi adalah hak anak untuk mendapatkan perlindungan dari penyakit menular,” ujarnya.

Sebelum pelaksanaan, Puskesmas Kariangau juga telah melakukan sosialisasi kepada orang tua murid kelas 1, terutama bagi siswa baru, untuk menjelaskan jenis dan manfaat imunisasi.

Adapun imunisasi yang diberikan mencakup Kelas 1: MR (Campak Rubella) dan DT (Difteri Tetanus) Kelas 2: TD (Tetanus Difteri), Kelas 5: TD untuk laki-laki, serta TD dan HPV untuk perempuan.

“Edukasi tetap kami jalankan agar orang tua memahami pentingnya imunisasi dan mau mendukung penuh pelaksanaannya,” tutup Rezky. (yud/ADV/Dinkes Balikpapan)

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *