Puskesmas Kariangau Ajak Orangtua Perkuat Peran Cegah Karies Gigi pada Anak

Lintaskaltim.com, BALIKPAPAN – Puskesmas Kariangau terus mengingatkan pentingnya keterlibatan keluarga dalam menjaga kesehatan gigi anak sejak dini. Langkah ini menjadi bagian dari upaya berkelanjutan untuk menekan angka karies atau gigi berlubang di wilayah Kelurahan Kariangau, Balikpapan Barat.

Sosialisasi dan pemeriksaan gigi dilakukan langsung di sekolah-sekolah, termasuk di SDN 021 Balikpapan Barat, Rabu (12/11/2025). Program ini menyasar anak-anak dari tingkat TK hingga SMP, dengan fokus pada pencegahan gigi berlubang melalui edukasi, pemeriksaan, dan pemberian Fluoride gel

Terapis Gigi dan Mulut Puskesmas Kariangau, Muhammad Alkaf, S.Tr.Kes, mengatakan bahwa peran aktif orangtua sangat menentukan keberhasilan program kesehatan gigi anak.

“Yang paling berperan sebenarnya keluarga. Orangtua perlu memastikan anak-anaknya rutin menyikat gigi dua kali sehari, yaitu pagi sebelum berangkat sekolah dan malam sebelum tidur,” ujarnya.

Menurutnya, kebiasaan sederhana seperti menyikat gigi dengan benar dapat mencegah timbulnya karies. Selain itu, keluarga juga diimbau melakukan pemeriksaan gigi secara rutin minimal setiap enam bulan sekali di fasilitas kesehatan terdekat.

“Paling tidak satu keluarga punya jadwal pemeriksaan gigi secara berkala. Karena pencegahan itu paling efektif dilakukan sejak di rumah,” jelas Alkaf.

Dia menegaskan bahwa karies gigi bukan sekadar masalah estetika, melainkan juga dapat berdampak langsung pada kondisi gizi dan tumbuh kembang anak. Anak yang sering mengalami sakit gigi cenderung sulit makan, sehingga asupan gizinya berkurang dan memengaruhi aktivitas belajar.

“Kalau giginya sakit, anak susah makan, gizinya bisa terganggu. Akibatnya perkembangan dan proses belajar juga ikut terhambat,” katanya.

Selain edukasi dan pemeriksaan, Alkaf menjelaskan bahwa pihaknya juga melakukan tindak lanjut terhadap anak-anak yang ditemukan memiliki karies. Jika masih bisa ditangani di puskesmas, perawatan dilakukan langsung di fasilitas tersebut.

Namun, apabila membutuhkan penanganan lanjutan, anak akan dirujuk ke fasilitas kesehatan tingkat berikutnya sesuai kepesertaan BPJS masing-masing.

“Kami akan pastikan anak-anak mendapatkan perawatan sesuai kebutuhan. Jika masih ringan, bisa langsung kami tangani di Puskesmas Kariangau,” tambahnya.

Lebih lanjut, Alkaf menyebutkan bahwa program ini dilakukan 2–3 kali dalam setahun sebagai bagian dari agenda rutin Puskesmas Kariangau. Setiap kegiatan melibatkan kolaborasi lintas pihak, termasuk pihak sekolah dan guru, agar pesan kesehatan dapat tersampaikan lebih luas kepada siswa dan orangtua.

“Kami ingin membangun kesadaran bersama bahwa menjaga gigi bukan hanya tanggung jawab tenaga kesehatan, tapi juga keluarga dan sekolah,” pungkasnya. (yud/ADV/Dinkes Balikpapan)

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *