Lintaskaltim.com, BALIKPAPAN – Pencegahan karies gigi pada anak perlu dimulai jauh sebelum gigi pertama tumbuh. Dokter Gigi Puskesmas Graha Indah, drg. Riana Susanti, menegaskan bahwa fondasi kesehatan gigi anak sebenarnya sudah dibentuk sejak masa kehamilan, terutama melalui pemenuhan gizi ibu.
Menurutnya, kualitas gigi dan tulang anak sangat dipengaruhi oleh nutrisi yang dikonsumsi ibu selama mengandung.
“Kalau ibu waktu hamil malas minum susu, tidak suka makan ikan, atau pilih-pilih makanan, kualitas tulang dan gigi anak biasanya juga kurang baik. Sebaliknya, konsumsi susu, ikan, keju, atau tempe sangat membantu pembentukan gigi dan tulang yang sehat,” ungkap drg. Riana, Sabtu (22/11/2025).
Ia menambahkan bahwa edukasi mengenai gizi ibu hamil masih sering diabaikan dalam konteks kesehatan gigi, padahal faktor tersebut menjadi pondasi utama kekuatan enamel gigi anak.
“Banyak orang tua baru menyadari pentingnya gizi setelah anak mulai tumbuh gigi, padahal proses pembentukan gigi sudah terjadi sejak dalam kandungan,” jelasnya.
Setelah anak lahir, peran orang tua berpindah pada pembentukan kebiasaan perawatan gigi. Anak-anak yang sering mengonsumsi makanan manis, seperti permen, cokelat, minuman kemasan, dan camilan lengket tanpa disertai kebiasaan menyikat gigi yang benar, memiliki risiko karies lebih tinggi.
“Pola makan sangat berpengaruh. Orang tua perlu lebih selektif memberikan makanan manis dan memastikan anak menyikat gigi dengan cara yang benar,” kata drg. Riana.
Untuk mencegah kerusakan gigi pada anak, drg. Riana menyampaikan tiga pilar edukasi utama yang selalu ia tekankan kepada para orang tua. Yakni, menyikat gigi dua kali sehari, pada waktu yang paling efektif yaitu pagi setelah sarapan dan malam sebelum tidur.
Kemudian, membatasi konsumsi makanan manis dan lengket, terutama permen, cokelat, biskuit manis, dan jajanan kemasan dan kontrol gigi secara rutin setiap enam bulan, sehingga lubang kecil dapat ditangani lebih cepat sebelum berkembang menjadi kerusakan lebih parah.
“Kontrol rutin itu penting. Kalau ada lubang kecil dan cepat ditambal, gigi tidak akan rusak parah. Prinsipnya, sedia payung sebelum hujan,” tegasnya.
drg. Riana berharap tiga langkah sederhana ini dapat meningkatkan kepedulian orang tua terhadap kesehatan gigi anak, terutama karena karies masih menjadi masalah yang paling sering ditemukan pada kunjungan di poli gigi.
“Semua kembali pada kebiasaan. Kalau perawatan dilakukan sejak dini, anak akan tumbuh dengan gigi yang lebih sehat dan kuat,” tambahnya. (yud/ADV/Dinkes Balikpapan)








