Lia Bintang Pantura 3 Turut Jadi Korban Perumahan di Balikpapan Regency

Lintaskaltim.com, BALIKPAPAN – Polemik pembangunan Perumahan Balikpapan Regency terus bergulir dan kini menyeret nama publik figur. Pedangdut jebolan Bintang Pantura 3, Lia Cicilia, mengaku menjadi salah satu konsumen yang dirugikan karena unit rumah yang dibelinya tak kunjung dibangun meski telah dilunasi.

Pengakuan tersebut muncul setelah gelombang protes konsumen mencuat, menyusul aksi unjuk rasa di kantor pengembang pada 16 April 2026 lalu. Sejumlah pembeli mulai angkat suara, mengungkap pengalaman serupa.

Lia menjelaskan, dirinya mulai melakukan pembayaran sejak November 2022 dan melunasi unit rumah pada 27 November 2023. Saat itu, pihak pengembang menjanjikan pembangunan selesai dalam waktu 6 bulan hingga 1 tahun.

“Awalnya dijanjikan cepat selesai, tapi sampai satu tahun tidak ada perkembangan. Saat saya cek ke lokasi, lahannya masih kosong,” ungkapnya, Senin (20/4/2026).

Karena berdomisili di Jakarta, Lia mengaku hanya bisa memantau perkembangan melalui komunikasi jarak jauh. Namun, menurutnya, pihak pengembang kerap memberikan alasan yang berubah-ubah tanpa kejelasan.

“Alasannya macam-macam, mulai dari tukang libur sampai material tidak ada. Tapi realisasinya tetap tidak ada,” katanya.

Lia juga menyebut dirinya bukan satu-satunya korban. Dari informasi yang diterima, banyak konsumen lain yang telah melunasi pembayaran bahkan sejak beberapa tahun lalu, namun unit rumah belum juga dibangun.

Sempat ada perkembangan pada 2025, namun progresnya disebut sangat minim, hanya sekitar 11 persen. Setelah itu, kembali tidak ada kejelasan meski pihak developer terus memberikan janji baru.

“Sudah hampir empat tahun, tapi rumahnya belum jadi juga. Saya sudah cukup sabar, tapi kenyataannya tidak sesuai harapan,” tegasnya.

Kasus ini menambah panjang daftar keluhan konsumen terhadap proyek Balikpapan Regency. Hingga kini, pihak pengembang belum memberikan keterangan resmi terkait tudingan wanprestasi maupun tuntutan para pembeli. (*)

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *