Lintaskaltim.com, BALIKPAPAN – DPRD Kota Balikpapan mendorong percepatan aktivasi Identitas Kependudukan Digital (IKD) dengan melibatkan kelurahan secara lebih aktif. Setiap kelurahan yang telah memiliki perangkat pendukung diharapkan mampu melayani sedikitnya 30 warga untuk melakukan aktivasi IKD setiap hari.
Sekretaris Komisi I DPRD Kota Balikpapan, Muhammad Najib, mengatakan pelibatan kelurahan hingga tingkat RT penting dilakukan untuk memperluas jangkauan pelayanan. Langkah tersebut dinilai dapat mempercepat capaian aktivasi IKD yang hingga 27 Agustus 2026 baru mencapai 19,34 persen.
“Setiap kelurahan yang telah memiliki perangkat pendukung diharapkan mampu melayani sedikitnya 30 warga untuk melakukan aktivasi IKD setiap hari,” kata Najib saat diwawancarai media ini, Senin (31/8/2026).
Menurutnya, pelayanan aktivasi IKD tidak seharusnya hanya terpusat di kantor Dinas Kependudukan dan Pencatatan Sipil (Disdukcapil). Dengan mendekatkan pelayanan kepada masyarakat, warga yang belum melakukan aktivasi akan memiliki akses yang lebih mudah.
Najib juga mendorong perangkat RT ikut membantu menyosialisasikan program tersebut. RT dinilai memiliki kedekatan langsung dengan masyarakat sehingga dapat menjadi penghubung untuk mengajak warga melakukan aktivasi IKD.
“Pelayanan secara masif terus dilakukan dengan melibatkan kelurahan dan RT,” tuturnya.
Dia menyebut capaian aktivasi IKD Balikpapan saat ini masih berada di bawah target 30 persen yang ditetapkan Direktorat Jenderal Kependudukan dan Pencatatan Sipil (Ditjen Dukcapil). Karena itu, percepatan pelayanan perlu dilakukan secara konsisten hingga target tersebut dapat dicapai pada Desember 2026.
Selain pelayanan, Najib menilai sosialisasi juga harus diperkuat. Masyarakat perlu mengetahui manfaat dan kemudahan IKD sehingga tidak hanya melakukan aktivasi karena adanya target pemerintah, tetapi memahami kegunaannya dalam mendukung pelayanan administrasi kependudukan secara digital.
“Percepatan IKD bukan sekadar mengejar angka capaian, tetapi juga memastikan transformasi pelayanan administrasi kependudukan benar-benar dirasakan masyarakat,” pungkasnya. (ADV/DPRD Balikpapan)







