Lintaskaltim.com, BERAU – Komitmen dan keseriusan Pemerintah Kabupaten Berau dalam pembangunan pendidikan mendapat apresiasi di tingkat nasional.
Bupati Berau, Sri Juniarsih, menjadi salah satu kepala daerah yang meraih penghargaan tertinggi Dwija Praja Nugraha pada Puncak Peringatan HUT ke-80 Persatuan Guru Republik Indonesia (PGRI).
Penghargaan bergengsi tersebut disematkan oleh Wakil Menteri Pendidikan Dasar dan Menengah, Fajar Riza Ul Haq, didampingi Ketua Umum PGRI, Unifah Rosyidi, di Britama Arena Kelapa Gading, Jakarta, Sabtu (29/11/2025).
Dwija Praja Nugraha adalah penghargaan tertinggi dari Pengurus Besar PGRI yang diberikan kepada kepala daerah yang dinilai memiliki perhatian dan komitmen tinggi terhadap peningkatan sumber daya manusia, peningkatan mutu pendidikan, dan kesejahteraan guru.
Penghargaan ini juga mensyaratkan keterlibatan aktif PGRI dalam pelaksanaan kebijakan pendidikan di daerah.
Pada HUT ke-80 PGRI 2025, penghargaan ini diberikan kepada 20 kepala daerah, termasuk 14 bupati.
Sri Juniarsih bukan kepala daerah Berau pertama yang meraihnya. Penghargaan serupa pernah diraih Bupati Berau periode sebelumnya, Muharram, pada HUT ke-73 PGRI tahun 2018.
Usai menerima penghargaan, Sri Juniarsih mengungkapkan rasa syukur atas pencapaian nasional ini.
Ia menyebut penghargaan tersebut adalah hasil kerja bersama seluruh pihak, terutama keluarga besar PGRI Berau, yang terus membangun sinergi dan kolaborasi dengan pemerintah daerah.
“Kami ucapkan terima kasih kepada seluruh pihak yang berperan dalam pendidikan, khususnya para guru dan keluarga besar PGRI Berau,” ucapnya.
Sri Juniarsih menyatakan, penghargaan ini menjadi pemicu semangat untuk terus mempertahankan dan memperjuangkan kesejahteraan guru serta mutu pendidikan di Kabupaten Berau.
“Alhamdulillah di Kabupaten Berau, dengan berbagai dinamika keuangan daerah, kami tetap memastikan tidak ada pengurangan anggaran pendidikan, termasuk tunjangan para ASN yang di dalamnya termasuk para guru,” tegasnya.
Pemkab Berau juga berkomitmen mengoptimalkan pembangunan pendidikan, termasuk menetapkan 20 persen dari APBD dialokasikan khusus untuk bidang pendidikan.
Dia menegaskan, pembangunan SDM yang berkualitas didukung oleh guru yang profesional. Sehingga, peran dan kesejahteraan guru akan terus menjadi perhatian utama.
Ketua PGRI Berau, Mardiatul Idalisah, menjelaskan, penerimaan Dwija Praja Nugraha telah melalui tahapan penilaian yang sangat ketat dari PB PGRI.
Penilaiannya mencakup 16 dimensi penilaian dan verifikasi faktual langsung dari pengurus pusat.
Komitmen Pemkab Berau yang menjadi penilaian utama meliputi mempertahankan tenaga guru honorer, peningkatan tunjangan dan honor guru, peningkatan kompetensi dan digitalisasi pendidikan, program beasiswa, dan alokasi 20 persen APBD untuk bidang pendidikan.
“Kebijakan dan program pendidikan yang telah dilakukan Pemkab Berau mendapat apresiasi dari PGRI pusat dengan diberikannya penghargaan Dwija Praja Nugraha ini,” pungkasnya. (*/Adv)







