
Lintaskaltim.com, TENGGARONG – Seleksi Pasukan Pengibar Bendera (Paskibra) di Kabupaten Kutai Kartanegara (Kukar) tengah memasuki tahap krusial, dengan partisipasi 152 pelajar yang bersemangat mengikuti berbagai ujiannya. Tahapan seleksi yang meliputi samapta, Peraturan Baris Berbaris (PBB), parade, dan psikotes telah dimulai sejak 22 hingga 26 April 2024.
Proses ini diselenggarakan di Kodim 0906/KKR untuk ujian samapta, PBB, dan parade, sementara psikotes dilaksanakan di kantor Badan Kepegawaian dan Pengembangan Sumber Daya Manusia (BKPSDM) Kukar.
Kepala Badan Kesatuan Bangsa dan Politik (Kesbangpol) Kukar, Rinda Desianti, menjelaskan bahwa tahapan terakhir seleksi Paskibra Kukar akan melibatkan wawancara via zoom yang berkaitan dengan minat dan bakat pada tanggal 29 April. Proses seleksi diharapkan dapat diselesaikan hingga 3 atau 4 Mei, mengingat batas waktu pengumuman nama-nama terpilih yang harus diserahkan pada 8 Mei mendatang.
“Ini sudah masuk tahapan terakhir untuk seleksi Paskibra Kukar. Mulai Senin 29 April ada wawancara via zoom berkaitan dengan minat dan bakat. Diselesaikan sampai 3 atau 4 Mei. Sebab pada 8 Mei itu sudah harus diserahkan nama-nama itu,” ungkap Rinda, Sabtu (20/4/2024).
Rinda menegaskan bahwa Kabupaten Kukar menargetkan 36 hingga 40 orang pelajar terbaik untuk bertugas mengibarkan Sang Merah Putih di lapangan kantor Bupati Kukar pada peringatan Hari Kemerdekaan, 17 Agustus 2024.
Tim Seleksi Paskibra Kukar telah melakukan seleksi dengan sangat selektif, dengan sistem pendaftaran online melalui Aplikasi Transparansi Paskibraka. Selain itu, pengawasan seleksi juga dilakukan langsung oleh Badan Pembinaan Ideologi Pancasila (BPIP).
Tidak hanya seleksi di tingkat kabupaten, empat orang pelajar terbaik juga akan dipilih untuk mengikuti seleksi di tingkat Provinsi Kalimantan Timur (Kaltim). Proses seleksi ini akan dilanjutkan hingga tingkat nasional. Rinda menekankan pentingnya keseimbangan antara fisik dan mental dalam seleksi, yang akan menentukan rekomendasi calon Paskibra.
“Seleksi ini tetap kita lihat juga kondisinya, karena bisa jadi fisik bagus, tapi mentalnya nggak, otomatis nggak bisa direkomendasikan. Nanti kita ada rapat pleno menentukan hasil. Untuk pusdiklat dimulai 15 Juli-17 Agustus di asrama atlet Kukar,” pungkasnya. (Mha/ADV/Diskominfo Kukar)







