BERAU,-Wakil Bupati Berau, Gamalis dalam kunjungan kerja ke wilayah pesisir Bumi Batiwakkal menyepatkan diri melihat aktivitas Instalasi Penglolaan Air (IPA) di Kampung Tabalar Ulu, Tabalar yang sejak 2018 silam tidak beroperasi.
“Infonya dari kepala kampung, katanya ini sudah 6 tahun tidak beroperasi,” ujarnya Rabu (15/5/2024).
Gamalis juga menjelaskan berdasarkan informasi dari kepala kampung dan
masyarakat bahwa jika musim panas, maka sumber air akan mengering.
“Begitu juga jika musim penghujan, maka air akan meluap hingga sebabkan banjir dan kerusakan. Memang sesuai musim, sehingga debit air itu fluktuatif disana,” ungkapnya.
Tentu, hal ini menjadi perhatian serius Wakil Bupati Berau tersebut, sebab kebutuhan air bersih merupakan kebutuhan primer masyarakat.
“Memang IPA itu yang dikelola dan difungsikan untuk wilayah Tabalar,” ucapnya.
Sehingga, kata dia dengan melihat langsung dan mendengar laporan masyarakat dirinya sudah memerintahkan jajaran DPUPR Berau, melalui bidang Air Minum dan Penyehatan Lingkungan (AMPL) untuk segera menangani dan memperbaiki permasalahan ini.
“Kita minta segera ditinjau, dipetakan masalahnya apa dan solusinya seperti apa,” bebernya.
Hal ini cukup memperihatinkan bagi masyarakat, sebab selama IPA Tabalar tidak berfungsi, maka masyarakat bergantung pada pembelian air bersih keliling
“Akhirnya, masyarakat bergantung kepada air bersih yang dijual. Itu yang akhirnya terjadi, padahal ada mesinnya namun tidak berfungsi,” jelasnya.
Senada, Kepala Bidang Air Minum dan Penyehatan Lingkungan (AMPL) DPUPR Berau, Decty Toge Manduli menambahkan telah menerima arahan dari Wakil Bupati Berau, Gamalis
“Dan laporan sementara dari tim lapangan terkait kondisi tersebut. Berdasarkan catatan yang ada, IPA Tabalar sebenarnya sempat berjalan selama dua tahun, namun menurut informasi, banjir di sumber air merusak beberapa bagian IPA Tabalar sehingga tidak bisa beroperasi,” imbuhnya.
Belakangan ini, pihaknya telah melakukan koordinasi dengan Perumda Batiwakkal terkait hal tersebut.
“Hasil koordinasi sementara itu memutuskan akan dilakukan pertemuan antara DPUPR Berau, Perumda Batiwakkal dan Pemerintah Kampung Tabalar Ulu untuk memastikan pengelolaan akan diberi kepada siapa. Nanti akan ditentukan, kami Kamis mendatang akan rapat disana,” pungkasnya. (*)
Reporter: Tariska







