BERAU,- PT Bukit Makmur Mandiri Utama (BUMA) bekerja sama dengan Pemerintahan Kecamatan Gunung Tabur, mengelar kegiatan Kick Of Program Intervensi Gizi Ibu Hamil kurang energi kronis(KEK).
Kegiatan ini adalah upaya mitra kerja pemerintah turut andil dalam pencegahan dan penurunan angka Anak Stunting khususnya di Kecamatan Gunung Tabur.
Bupati Berau Sri Juniarsih Mas pun membuka secara resmi acara tersebut, dan didampingi oleh Wakil Bupati Berau, Gamalis yang sekaligus selaku Ketua Tim Percepatan Penurunan Stunting (TPPS) di Kabupaten Berau.
“PT Buma memiliki cita cita dalam mewujudkan tanggung jawab sosial perusahaan dalam pilar Kesehatan khsusnya di Puskesmas Gunung Tabur dan Merancang yang merupakan lingkar tambang BUMA LMO,” ucapnya Kamis (27/6/2024).
Sehingga menurut Sri Juniarsih sudah selaras dengan tujuan berkelanjutan perusahaan dengan tujuan program penurunan angka stunting dari pemerintahan menjadi peluang kolaborasi untuk berkontribusi
“Apa lagi aktif dalam penurunan angka stunting di Kabupaten Berau dengan target sasaran ibu hamil KEK yang ada di Kecamatan Gunung Tabur,” ungkapnya.
Menurut Sri Juniarsih tujuan dari program ini yakni memenuhi gizi seimbang pada calon anak ibu hamil yang beresiko tinggi serta menekan penambahan angka stunting di kampung lingkar tambang.
“Setiap harinya selama 120 hari(4 bulan) akan dibagikan makanan kepada PMT ibu hamil KEK yang menu nya telah dikordinasikan dengan ahli gizi,” ungkapnya.
Kata dia penerima manfaat juga akan terus dimonitor 1 kali per dua minggu yang selanjutnya di evaluasi hasil dengan pemeriksaan rutin ibu hamil oleh puskesmas.
“Saya memberikan apresiasi dengan terselenggaranya kegiatan tersebut sebagai wujud komitmen, konsistensi dan keseriusan dalam pencegahan dan
penanggulangan stunting di Berau,” tuturnya.
Termasuk apresiasinya terhadap PT Buma yang telah memberikan perhatian terhadap kondisi masyarakat dilingkar tambang di kecamatan Gunung Tabur.
“Saya berharap, kegiatan ini dilaksanakan secara berkelanjutan, yakni PT BUMA bersama pemerintah kecamatan melakukan program pencegahan dan penurunan stunting melalui aksi intervensi yang dianjurkan oleh Dinas Kesehatan,” bebernya.
Ia pun mendorong peran aktif seluruh pihak, dalam upaya pencegahan dan penanggulangan stunting ini.
“Seperti upaya intervensi spesifik, khususnya pada gizi ibu hamil perlu dilakukan,” imbuhnya.
Sehingganya Sri Juniarsih menilai dengan ada peran aktif dari Posyandu dan Puskesmas sangat dinantikan dalam memberikan edukasi dan pendampingan gizi pada ibu hamil.
“Kita dapat mengoptimalkan angka kunjungan, pengukuran, pemberian makanan tambahan, dan penyuluhan, serta bekerja sama dengan tenaga kesehatan,” pungkasnya. (*adv)
Reporter: Tariska













