Lintaskaltim.com, BALIKPAPAN – Komisi IV DPRD Balikpapan memberi perhatian serius terhadap tingkat literasi masyarakat, utamanya kalangan generasi muda.
Untuk itu, dewan mendorong pemerintah daerah setempat melalui instansi terkait untuk terus menghidupkan program perpustakaan keliling. Para pelajar sekolah dasar dan menengah perlu menjadi sasaran utama dari program ini.
Langkah tersebut juga bisa menjadi bagian untuk mendukung gerakan literasi yang tengah digencarkan pemerintah.
“Kita tahu di era sekarang anak-anak lebih senang menghabiskan waktu mereka memainkan gadget ketimbang membaca buku,” ucap Ketua Komisi IV DPRD Balikpapan Gasali, mencermati tingkat literasi kalangan pelajar di Balikpapan.
DPRD Balikpapan, melalui Komisi IV, kata Gasali, berkomitmen mendorong minat baca masyarakat, utamanya kalangan pelajar dan generasi muda.
“Perpustakaan keliling perlu dimaksimalkan, guna meningkatkan minat baca masyarakat. Khususnya generasi muda dan anak-anak, agar tidak berfokus pada gadget,” sambungnya.
Anggota Fraksi Golkar itu menjelaskan manfaat positif keberadaan perpustakaan sebagai sarana memperoleh data atau informasi bermanfaat dalam pengembangan ilmu pengetahuan.
Namun demikian, usaha membudayakan membaca buku bagi masyarakat masih terus menghadapi berbagai tantangan. Salah satu di antaranya, dampak kemajuan teknologi, yang berdampak pada tingginya penggunaan gadget, hingga mengesampingkan membaca buku.
Pemerintah kota, menurut dia, bisa mempertimbangkan untuk kembali menggalakan program perpustakaan keliling, demi meningkatkan minat baca masyarakat, khususnya kalangan muda.
Terlebih program perpustakaan keliling mampu menjangkau wilayah pelosok. Semisal wilayah Balikpapan Utara dan Timur. Dengan begitu, akan semakin menunjang pemerataan literasi kepada kalangan masyarakat. Selain juga mengantisipasi kesenjangan kualitas sumber daya manusia (SDM).
“Keberadaan perpustakaan keliling mampu mendorong minat baca dan pemerataan kualitas SMD. Maka dari itu keberadaannya nanti patut dimanfaatkan semaksimal mungkin,” tuturnya.
Kebiasaan membaca juga akan mendorong kreatifitas dan inovasi bagi masyarakat. Sedangkan bagi kalangan pelajar mampu meningkatkan minat belajar.
“Jadi membaca buku bisa membuat anak-anak dapat pengetahuan dan bisa mendorong menjadi lebih kreatif dan inovatif,” pungkasnya. (yor/Adv/DPRD Balikpapan)







