Dewan Dorong Pengembangan Wisata di Balikpapan Barat untuk Tingkatkan PAD

Lintaskaltim.com, BALIKPAPAN – Sekretaris Komisi II DPRD Kota Balikpapan, Taufik Qul Rahman, menegaskan pentingnya optimalisasi potensi wisata di Balikpapan Barat sebagai sumber Pendapatan Asli Daerah (PAD).

Menurutnya, selama ini wisata di Balikpapan lebih banyak terpusat di kawasan pantai, seperti Pantai Manggar, sementara daerah lain yang memiliki daya tarik wisata belum dikembangkan secara maksimal.

Salah satu destinasi yang disoroti adalah hutan mangrove di Kelurahan Margomulyo, Kecamatan Balikpapan Barat. Kawasan ini memiliki keunikan tersendiri dan berpotensi menjadi destinasi ekowisata yang menarik bagi wisatawan lokal maupun mancanegara.

Selain itu, sektor wisata kuliner dan edukasi juga dapat dikembangkan, seperti pabrik tahu tempe yang sudah dikenal luas. Dengan strategi pengelolaan yang baik, kawasan ini dapat menjadi daya tarik bagi wisatawan yang ingin belajar lebih jauh tentang proses pembuatan makanan khas Balikpapan.

Taufik menyatakan bahwa pemerintah kota seharusnya mengalokasikan anggaran sekitar Rp20-30 miliar untuk pengembangan sektor wisata di Balikpapan Barat.

Ia meyakini bahwa dengan investasi yang tepat, sektor pariwisata dapat memberikan kontribusi signifikan bagi PAD dan meningkatkan perekonomian masyarakat setempat.

“Jika infrastruktur dan pengelolaan wisata ditingkatkan, Balikpapan Barat bisa menjadi destinasi unggulan yang memberikan manfaat ekonomi besar,” terang Taufik kepada wartawan, Kamis (30/1/2025).

Selain itu, ia mengkritisi bahwa selama ini perhatian pemerintah lebih banyak terfokus pada pembangunan fisik seperti jalan dan gedung, sementara sektor pariwisata belum mendapat porsi perhatian yang seimbang.

Menurutnya, pemerintah harus mengalokasikan dana yang cukup untuk membangun fasilitas pendukung wisata, seperti tempat parkir yang memadai, sistem tiket masuk, serta fasilitas kuliner yang nyaman bagi pengunjung. Promosi yang lebih agresif juga diperlukan agar wisata di Balikpapan Barat semakin dikenal luas.

Lebih lanjut, Taufik mendorong adanya sinergi antara pemerintah dan pelaku usaha lokal dalam membangun ekosistem wisata yang berkelanjutan. Dengan kerja sama yang baik, pengembangan wisata tidak hanya akan berdampak pada peningkatan PAD tetapi juga membuka peluang usaha dan lapangan kerja baru bagi masyarakat setempat.

Ia berharap agar pemerintah segera menyusun strategi konkret dalam pengembangan wisata di Balikpapan Barat. Dengan demikian, Balikpapan tidak hanya dikenal dengan wisata pantainya, tetapi juga sebagai kota yang memiliki beragam pilihan wisata edukasi dan ekowisata.

“Jika ini dikelola dengan baik, Balikpapan bisa menjadi destinasi wisata yang lebih lengkap dan menarik bagi wisatawan dari berbagai daerah,” pungkasnya. (Yud/ADV/DPRD Balikpapan)

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *