Lintaskaltim.com, BALIKPAPAN – Kasus kekerasan terhadap perempuan dan anak di Kota Balikpapan terus mengalami peningkatan dibandingkan tahun sebelumnya. Salah satu faktor yang menyebabkan peningkatan ini adalah semakin tingginya kesadaran masyarakat untuk melaporkan kasus kekerasan.
Berdasarkan data dari Unit Pelaksana Teknis (UPT) Perlindungan Perempuan dan Anak (PPA) Dinas Pemberdayaan Perempuan, Perlindungan Anak, dan Keluarga Berencana (DP3AKB) Balikpapan, hingga 30 November 2024 tercatat sebanyak 218 kasus kekerasan terhadap perempuan dan anak. Dari jumlah tersebut, kasus kekerasan seksual menjadi yang terbanyak dengan 124 kasus.
Menanggapi hal tersebut, Anggota Komisi I DPRD Balikpapan, Muhammad Najib, menekankan pentingnya peran keluarga dan lingkungan dalam mencegah kekerasan terhadap perempuan dan anak.
Menurutnya, keluarga adalah lingkungan utama yang harus dijaga untuk memastikan anak-anak mendapatkan perlindungan yang layak.
“Ini kembali ke keluarga dan perhatian dari lingkungan sekitar, terutama tokoh masyarakat. Keluarga harus menjaga lingkungannya agar tetap aman. Selain itu, dinas terkait juga harus lebih gencar melakukan sosialisasi mengenai kebutuhan keluarga. Bisa jadi, kekerasan dalam keluarga terjadi akibat faktor ekonomi dan permasalahan lainnya,” ujar Najib kepada wartawan, Kamis (30/1/2025)
Ia menambahkan, saat ini Balikpapan telah memiliki Peraturan Daerah (Perda) Nomor 2 Tahun 2024 tentang Ketahanan Keluarga. Perda ini diharapkan dapat mengoptimalkan fungsi keluarga sebagai lingkungan utama dalam pemenuhan hak dasar anak, termasuk hak hidup, tumbuh kembang, perlindungan, serta partisipasi dalam lingkungan sosial.
“Dalam perda tersebut, pentingnya ketahanan keluarga. Hal ini mencakup hak anak untuk mendapatkan akses pendidikan, kesehatan, serta perlindungan dari perundungan dan kekerasan,” jelasnya.
Lebih lanjut, Najib menyampaikan bahwa perda ini juga mengatur penyelenggaraan pembangunan ketahanan keluarga, khususnya bagi calon pasangan menikah.
Dengan adanya perda ini, diharapkan kasus kekerasan terhadap perempuan dan anak di Balikpapan dapat ditekan, serta meningkatkan kesadaran masyarakat akan pentingnya ketahanan keluarga dalam menciptakan lingkungan yang aman dan nyaman bagi anak-anak. (Yud/ADV/DPRD Balikpapan)









