Pemkot Balikpapan Tingkatkan PAD dengan Digitalisasi Parkir dan Penataan Lahan Daerah

Lintaskaltim.com, BALIKPAPAN – Pemerintah Kota Balikpapan terus mengoptimalkan Pendapatan Asli Daerah (PAD) melalui inovasi di sektor parkir dan pemanfaatan lahan milik daerah. Langkah ini dilakukan untuk meningkatkan efisiensi layanan publik sekaligus memperkuat transparansi dan keberlanjutan pendapatan daerah.

Wakil Wali Kota Balikpapan, Bagus Susetyo, dalam tanggapannya terhadap pemandangan umum fraksi-fraksi DPRD, memaparkan sejumlah inisiatif yang sudah berjalan dan akan dilaksanakan. Salah satu fokus utama adalah penertiban juru parkir liar yang selama ini menghambat penerimaan daerah.

“Kami telah melakukan razia gabungan bersama instansi terkait untuk menertibkan juru parkir liar. Mereka diarahkan untuk bergabung sebagai juru parkir resmi di bawah koordinasi Dinas Perhubungan,” ujar Bagus dalam rapat paripurna di Gedung Parkir Lantai 8, Selasa (10/6/2025).

Selain itu, Pemkot mendorong digitalisasi pembayaran parkir menggunakan QRIS dan sistem dompet digital untuk meningkatkan transparansi dan meminimalkan kebocoran retribusi. Langkah ini akan diterapkan secara bertahap di lokasi-lokasi parkir resmi.

Di sektor pemanfaatan lahan milik daerah, pemerintah mulai menata kawasan yang digunakan untuk kegiatan perdagangan, seperti tanaman hias dan bunga. Kawasan Jalan Ruhui Rahayu, Syarifuddin Yoes, dan Telaga Sari menjadi prioritas penataan.

Sewa lahan dengan durasi lebih dari satu tahun akan dikenakan tarif berdasarkan hasil penilaian publik sesuai regulasi terbaru, seperti Permendagri Nomor 7 Tahun 2024. Untuk sewa jangka pendek di bawah satu tahun, tarif akan diatur dalam Rancangan Peraturan Daerah (Raperda) yang sedang dibahas dengan DPRD.

“Sewa lahan harus mengikuti regulasi yang ada untuk menjaga transparansi dan akuntabilitas,” jelas Bagus.

Dalam kesempatan itu, Bagus juga menegaskan pentingnya efisiensi anggaran tanpa menghambat laju pertumbuhan ekonomi, sesuai pandangan Fraksi Gerindra. Sektor pariwisata, perhotelan, dan restoran tetap menjadi perhatian utama karena perannya dalam mendukung ekonomi lokal.

“Efisiensi anggaran harus tetap menjamin perputaran roda ekonomi, khususnya di sektor yang mendukung wajah kota dan pelayanan kepada masyarakat,” imbuhnya.

Dengan langkah-langkah strategis ini, Pemerintah Kota Balikpapan optimis dapat meningkatkan PAD sekaligus mewujudkan visi jangka panjang sebagai Kota Global untuk Semua dalam bingkai Madinatul Iman, kota yang religius, ramah lingkungan, dan modern. (ADV/Diskominfo Balikpapan)

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Berita Terbaru