Dewan Dorong Perbaikan Pelayanan dan Infrastruktur RSUD Beriman Balikpapan

banner 728x250

Lintaskaltim.com, BALIKPAPAN – Dewan Perwakilan Rakyat Daerah (DPRD) Kota Balikpapan mendorong percepatan perbaikan pelayanan dan infrastruktur di Rumah Sakit Umum Daerah (RSUD) Beriman Balikpapan. Sorotan ini disampaikan oleh Wakil Ketua DPRD, Muhammad Taqwa, setelah melakukan rapat kerja bersama jajaran pemerintah kota dan pihak rumah sakit, Selasa (1/7/2025).

Dalam pernyataannya, Taqwa menyampaikan bahwa RSUD Beriman sebagai salah satu fasilitas kesehatan utama milik pemerintah kota, seharusnya menjadi representasi layanan kesehatan yang unggul dan nyaman bagi masyarakat. Namun, menurutnya, hingga kini masih banyak keluhan dari masyarakat yang belum ditindaklanjuti secara maksimal.

“RSUD Beriman ini merupakan etalase dunia kesehatan Kota Balikpapan. Jadi wajar jika masyarakat menaruh ekspektasi tinggi terhadap layanan yang diberikan,” ujar Taqwa.

Salah satu persoalan yang disoroti adalah minimnya kenyamanan ruang perawatan bagi pasien. Sejumlah ruang rawat inap dilaporkan belum memiliki sistem pendingin udara (AC) yang memadai. Bahkan, beberapa ruangan dilaporkan mengalami kerusakan pada AC sehingga membuat pasien dan keluarga merasa tidak nyaman, khususnya saat cuaca panas.

“AC di beberapa ruangan bermasalah, dan ada ruangan yang belum dilengkapi pendingin udara yang layak. Ini harus segera ditangani demi kenyamanan pasien,” tegasnya.

DPRD meminta manajemen RSUD segera melakukan inventarisasi fasilitas yang rusak dan mengajukan perbaikan secara bertahap sesuai dengan prioritas kebutuhan pasien.

Tak hanya soal kenyamanan, isu pengelolaan limbah medis juga menjadi perhatian serius. Taqwa menilai, sistem pengelolaan limbah medis RSUD Beriman masih menggunakan metode konvensional, seperti insinerator (pembakaran), yang dinilai kurang ramah lingkungan dan menimbulkan polusi berupa asap.

“Pengolahan limbah harus diarahkan menggunakan teknologi terbarukan. Tapi memang ada kendala, terutama dari masyarakat sekitar yang belum sepenuhnya mendukung,” ungkap Taqwa.

Ia menekankan perlunya sosialisasi kepada masyarakat sekitar rumah sakit agar mereka memahami pentingnya pengelolaan limbah dengan sistem modern yang lebih aman dan tidak mencemari lingkungan. Salah satu alternatif yang disarankan adalah teknologi autoclave atau insinerator tanpa asap yang telah digunakan di beberapa rumah sakit besar di Indonesia.

Selain membahas soal pelayanan dan fasilitas, DPRD juga tengah mengkaji rencana pembebasan lahan untuk perluasan area rumah sakit. Hal ini dinilai penting untuk mengakomodasi pertumbuhan kebutuhan layanan kesehatan masyarakat seiring peningkatan jumlah pasien setiap tahunnya.

“Kami sedang mengkaji detail pembebasan lahan dan rencana perluasan RSUD. Ini menyangkut masa depan layanan kesehatan kota,” tambahnya.

Taqwa menyebutkan bahwa dalam rencana anggaran 2026, pihaknya akan mendorong penambahan alokasi dana guna menunjang perbaikan sarana dan prasarana rumah sakit. Evaluasi terhadap serapan anggaran tahun 2025 juga akan menjadi pertimbangan penting dalam menentukan skala prioritas pembangunan tersebut. (yud/ADV/DPRD Balikpapan)

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *