Lintaskaltim.com, BALIKPAPAN – Pemerintah Kota Balikpapan terus menunjukkan komitmennya dalam meningkatkan kualitas tempat tinggal masyarakat berpenghasilan rendah (MBR).
Melalui Dinas Perumahan dan Permukiman (Disperkim), sebanyak 100 warga dari enam kecamatan akan segera menerima bantuan material untuk program perbaikan rumah tidak layak huni (RTLH).
Kepala Disperkim Balikpapan, Rafiuddin, mengungkapkan bahwa proses administrasi telah rampung, termasuk penerbitan Surat Keputusan (SK) Wali Kota yang menetapkan daftar calon penerima bantuan. Saat ini, pihaknya bersiap memasuki tahap sosialisasi untuk memastikan para penerima memahami hak dan kewajiban mereka.
“SK Wali Kota sudah keluar. Kami akan segera lakukan sosialisasi agar penerima bantuan memahami proses dan tanggung jawab mereka dalam program ini,” jelas Rafiuddin, Senin (14/7/2025).
Distribusi bantuan material direncanakan akan dilakukan serentak pada awal Agustus. Setiap penerima akan mendapat material senilai sekitar Rp30 juta yang digunakan untuk memperbaiki kondisi rumah secara mandiri, namun tetap didampingi oleh tenaga konsultan teknis.
“Awal Agustus kami targetkan seluruh material sudah sampai di tangan masyarakat. Mereka akan mulai proses perbaikan dengan pengawasan konsultan,” tambahnya.
Rafiuddin menekankan bahwa penyaluran bantuan dilakukan secara merata di seluruh kecamatan, tanpa terkonsentrasi di wilayah tertentu. Hal ini menunjukkan komitmen pemerintah dalam memberikan pemerataan pembangunan di semua lini masyarakat.
Tidak berhenti pada 100 unit tahun ini, Disperkim juga telah mengajukan tambahan bantuan serupa dalam anggaran perubahan untuk 100 unit lagi, dan menargetkan 150 unit rumah pada tahun anggaran 2026 mendatang.
“Kami ingin program ini terus berkembang. Dengan tambahan di anggaran perubahan dan rencana tahun depan, kami berharap makin banyak warga yang terbantu,” ujarnya.
Dalam pelaksanaan program, Disperkim turut menggandeng pihak kelurahan dan RT untuk memastikan proses verifikasi berjalan akurat dan bantuan tepat sasaran.
“Peran kelurahan dan RT sangat penting karena mereka yang paling tahu kondisi riil warga. Kami harap kolaborasi ini terus berjalan baik,” tutup Rafiuddin. (ADV/Diskominfo Balikpapan)












