Lintaskaltim.com, BALIKPAPAN – Pemerintah Kota (Pemkot) Balikpapan terus menunjukkan komitmen kuat menjaga predikat Kota Layak Anak (KLA) kategori utama. Salah satu langkah yang kini diprioritaskan adalah memperluas pembangunan Ruang Bermain Ramah Anak (RBRA) yang dipandang bukan sekadar fasilitas publik, tetapi juga sebagai investasi jangka panjang bagi generasi mendatang.
Kepala Dinas Pemberdayaan Perempuan, Perlindungan Anak, dan Keluarga Berencana (DP3AKB) Balikpapan, Heria Prisni, mengatakan bahwa RBRA dirancang untuk mendukung perkembangan anak secara menyeluruh.
“RBRA bukan hanya tempat bermain, melainkan media penting untuk menstimulasi perkembangan fisik, mental, emosional, hingga keterampilan sosial anak. Di sana, anak-anak belajar berbagi, bekerja sama, sekaligus berinteraksi dengan lingkungan secara aman,” ujar Heria, Kamis (4/9/2025)
Tahun ini, Pemkot menargetkan pembangunan tiga RBRA baru, yakni dua di ruang terbuka hijau dan satu di area indoor. Lokasi RBRA outdoor akan dibangun di Taman Tiga Generasi dan halaman gereja di sekitar Mako Polda Kaltim, dengan alokasi anggaran antara Rp300 juta hingga Rp400 juta.
Menurut Heria, pembangunan RBRA tersebut tidak hanya melanjutkan inisiatif yang sebelumnya digagas melalui program Corporate Social Responsibility (CSR), tetapi juga dilakukan dengan standar yang lebih ketat sesuai indikator KLA.
“Standar RBRA itu jelas, minimal harus ada lima wahana bermain yang aman, ramah, dan inklusif. Bahkan, kami mengutamakan material yang ramah lingkungan, aksesibilitas bagi anak berkebutuhan khusus, serta ruang yang nyaman untuk orang tua mendampingi,” tambahnya.
Hingga kini, Balikpapan sudah memiliki tiga RBRA yang sedang diajukan untuk proses standarisasi nasional. Pemkot juga menargetkan pembangunan serupa di seluruh 34 kelurahan hingga tahun 2030.
Heria menekankan, keberadaan RBRA bukan sekadar pemenuhan fasilitas fisik, melainkan juga strategi pembangunan sumber daya manusia (SDM) jangka panjang.
“Anak-anak adalah aset terbesar kota ini. Dengan menyediakan ruang bermain yang aman dan mendidik, kita sebenarnya sedang menanam investasi bagi kualitas SDM Balikpapan di masa depan. Mereka yang tumbuh dalam lingkungan yang sehat dan positif, kelak akan menjadi generasi yang produktif dan berkarakter,” ungkapnya.
Lebih lanjut, ia menyampaikan bahwa RBRA juga berfungsi sebagai ruang edukasi keluarga. Orang tua diharapkan hadir dan terlibat aktif dalam mendampingi anak-anak saat bermain. Dengan demikian, interaksi keluarga dapat terjalin lebih harmonis.
“RBRA itu bukan hanya milik anak, tapi juga menjadi ruang pertemuan keluarga. Di sinilah orang tua bisa lebih dekat dengan anak, sambil menanamkan nilai-nilai positif,” tutup Heria. (ADV/Diskominfo Balikpapan)













