Lintaskaltim.com, BALIKPAPAN – Wakil Ketua DPRD Kota Balikpapan, Budiono, menilai kenaikan tarif angkutan udara menjadi salah satu faktor utama yang mendorong inflasi di Kota Balikpapan. Kondisi tersebut dinilai perlu mendapat perhatian pemerintah karena berdampak langsung terhadap biaya perjalanan masyarakat maupun aktivitas perekonomian.
Budiono mengatakan, berdasarkan data inflasi Juni 2026, kelompok transportasi menjadi penyumbang terbesar kenaikan indeks harga konsumen. Selain tarif pesawat, inflasi juga dipengaruhi oleh kenaikan harga BBM non-subsidi dan komoditas pangan seperti bawang merah.
Menurutnya, tingginya harga tiket pesawat tidak terlepas dari meningkatnya harga avtur di pasar global serta penguatan nilai tukar dolar Amerika Serikat yang berdampak pada biaya operasional maskapai penerbangan.
“Kenaikan tarif pesawat memberikan kontribusi cukup besar terhadap inflasi. Kondisi ini perlu menjadi perhatian bersama agar biaya transportasi masyarakat tidak terus meningkat,” ujar Budiono kepada wartawan, Senin (13/7/2026).
Dia menilai, Balikpapan sebagai kota penyangga Ibu Kota Nusantara (IKN) memiliki mobilitas masyarakat dan pelaku usaha yang tinggi. Karena itu, keterjangkauan tarif penerbangan menjadi salah satu faktor penting dalam menjaga kelancaran aktivitas ekonomi dan investasi di daerah.
Budiono berharap pemerintah pusat bersama kementerian terkait dapat mencari solusi untuk menekan biaya transportasi udara, baik melalui evaluasi komponen biaya operasional maupun kebijakan lain yang dapat menjaga harga tiket tetap terjangkau.
Selain itu, ia juga mendorong pemerintah daerah untuk terus bersinergi dengan berbagai pihak dalam mengendalikan inflasi melalui penguatan pasokan dan distribusi barang, sehingga kenaikan harga di sektor lain tidak semakin membebani masyarakat.
“Harapannya, inflasi tetap terkendali, daya beli masyarakat terjaga, dan pertumbuhan ekonomi Balikpapan dapat terus berlangsung secara positif,” pungkasnya. (ADV/DPRD Balikpapan)













