lintaskaltim.com, BALIKPAPAN – PT Pegadaian Kantor Wilayah (Kanwil) IV Balikpapan menggelar Konsolidasi Wilayah Forum Sahabat Emas Peduli Sampah Indonesia (FORSEPSI) Tahun 2026 dengan mengusung tema “FORSEPSI Naik Kelas – Menguatkan Rantai Nilai Bank Sampah untuk Ekonomi Sirkular yang Mandiri”. Kegiatan ini menjadi momentum strategis untuk memperkuat sinergi, koordinasi, serta keberlanjutan pembinaan bank sampah di seluruh wilayah operasional Kalimantan.
Melalui program unggulan Memilah Sampah Menjadi Emas, Pegadaian terus mendorong pengelolaan sampah yang memberikan manfaat tidak hanya bagi kelestarian lingkungan, tetapi juga bagi peningkatan kesejahteraan masyarakat. Program ini mengintegrasikan kepedulian terhadap lingkungan dengan edukasi keuangan melalui pemanfaatan nilai ekonomi sampah untuk membangun kebiasaan menabung emas.
Deputy Operasional PT Pegadaian (Persero) Kanwil IV Balikpapan, Doni Saputra, menegaskan bahwa Konsolidasi Wilayah FORSEPSI Tahun 2026 menjadi wadah untuk memperkuat koordinasi sekaligus meningkatkan kapasitas pengelola bank sampah binaan Pegadaian agar semakin profesional, inovatif, dan mandiri.
“Bank sampah memiliki peran penting dalam membangun budaya peduli lingkungan sekaligus membuka peluang ekonomi bagi masyarakat. Melalui konsolidasi ini, kami ingin memperkuat tata kelola bank sampah, mendorong inovasi dalam pengelolaan, serta memperluas partisipasi masyarakat agar kegiatan memilah sampah dapat menjadi kebiasaan yang memberikan manfaat nyata,” ungkap Doni.
Menurutnya, peningkatan kapasitas pengelola bank sampah perlu diiringi dengan penguatan edukasi keuangan agar nilai ekonomi yang dihasilkan dapat dimanfaatkan secara produktif. Salah satunya melalui pengenalan Tabungan Emas Pegadaian sebagai instrumen untuk membangun kebiasaan investasi secara bertahap sesuai kemampuan masyarakat.
Sementara itu, Regional CEO PT Pegadaian (Persero) Kalimantan, Rinaldi Lubis, menyampaikan bahwa penguatan ekosistem bank sampah merupakan bagian dari komitmen Pegadaian untuk menghadirkan manfaat berkelanjutan bagi masyarakat melalui kolaborasi lintas sektor.
“Melalui program Memilah Sampah Menjadi Emas, kami ingin mendorong masyarakat untuk melihat sampah bukan sekadar sesuatu yang harus dibuang, melainkan sumber daya yang dapat dikelola dan memiliki nilai ekonomi. Kami percaya, ketika kepedulian terhadap lingkungan dipadukan dengan literasi keuangan, akan tercipta peluang bagi masyarakat untuk membangun kebiasaan finansial yang lebih baik sekaligus menjaga kelestarian lingkungan,” ujar Rinaldi.
Ia menambahkan bahwa sinergi antara Pegadaian, pemerintah daerah, pengelola bank sampah, dan masyarakat menjadi kunci dalam membangun ekonomi sirkular yang mandiri. Melalui kolaborasi yang berkesinambungan, bank sampah diharapkan mampu berkembang menjadi ekosistem pemberdayaan masyarakat yang memberikan manfaat ekonomi, sosial, dan lingkungan secara berkelanjutan.
Konsolidasi Wilayah FORSEPSI Tahun 2026 berfokus pada tiga pilar utama. Pertama, penguatan sinergi, melalui kolaborasi lintas sektor antara Pegadaian, pengelola bank sampah, pemerintah daerah, dan masyarakat. Kedua, peningkatan kapasitas dan inovasi, dengan mendorong tata kelola operasional bank sampah yang lebih profesional, modern, dan mampu memberikan nilai tambah bagi para anggotanya. Ketiga, akselerasi edukasi keuangan, melalui pengenalan Tabungan Emas Pegadaian sebagai salah satu pilihan untuk membangun kebiasaan berinvestasi dan merencanakan masa depan finansial.
Kegiatan ini turut dihadiri oleh Deputy Operasional PT Pegadaian (Persero) Kanwil IV Balikpapan, Doni Saputra; Sekretaris Pusat FORSEPSI, Apriliawati; Kepala Bidang Pengelolaan Sampah dan Limbah B3 Provinsi, Andi Sitti Asti; Kepala Dinas Lingkungan Hidup Kota Balikpapan, Drs. Sudirman Djayaleksana, M.M.; Kepala Bidang Penaatan Hukum dan Peningkatan Kapasitas Lingkungan Hidup Kota Balikpapan, Siti Patimah, S.T., M.Ec.Dev.; Ketua Pokja 4 PKK Kota Balikpapan, Jamli; Kepala Departemen Bisnis Support Kanwil IV Balikpapan, Azwar Chandra Winata; serta seluruh pengelola bank sampah binaan Pegadaian Kanwil IV Balikpapan.
Pegadaian Kanwil IV Balikpapan menyampaikan apresiasi kepada seluruh pengelola bank sampah yang selama ini menjadi garda terdepan dalam menggerakkan budaya memilah sampah dan meningkatkan kesadaran masyarakat terhadap pentingnya menjaga lingkungan. Dedikasi para pengelola menjadi bagian penting dalam membangun ekosistem pengelolaan sampah yang lebih terorganisasi dan memberikan manfaat bagi masyarakat luas.
Melalui Konsolidasi Wilayah FORSEPSI Tahun 2026, Pegadaian berharap koordinasi dan kolaborasi antarpemangku kepentingan semakin kuat, kapasitas pengelola bank sampah terus meningkat, serta manfaat program Memilah Sampah Menjadi Emas dapat menjangkau lebih banyak masyarakat di Kalimantan.
Langkah ini menegaskan komitmen Pegadaian untuk hadir bukan hanya sebagai lembaga jasa keuangan, tetapi juga sebagai mitra masyarakat dalam mendorong pemberdayaan ekonomi, meningkatkan literasi keuangan, dan mewujudkan lingkungan yang bersih serta berkelanjutan. (*)












