Lintaskaltim.com, BALIKPAPAN – Puskesmas Karang Joang terus mendorong peningkatan cakupan imunisasi pada anak sekolah melalui program Bulan Imunisasi Anak Sekolah (BIAS). Petugas kesehatan mengingatkan bahwa imunisasi bukan hanya kewajiban, tetapi merupakan hak dasar anak untuk mendapatkan perlindungan kesehatan jangka panjang.
Bidan Puskesmas Karang Joang, Nursyafarini, menegaskan bahwa imunisasi telah terbukti menjadi langkah paling efektif dalam mencegah penyakit menular yang sebenarnya dapat dihindari.
“Imunisasi adalah hak anak untuk masa depan yang lebih sehat. Vaksin mencegah penyakit yang sebenarnya bisa dihindari. Ini investasi kesehatan sejak dini yang manfaatnya jangka panjang,” ujarnya kepada wartawan, Rabu (19/11/2025)
Program BIAS tahun ini dilaksanakan di tingkat SD hingga SMP, termasuk pemberian vaksin HPV untuk siswi kelas 9 di SMP 20 Balikpapan Utara. Dari 20 sasaran, dua siswi tidak mendapatkan vaksin karena orang tua masih merasa ragu. Meski begitu, pihak puskesmas memahami situasi tersebut.
“Kami maklum, banyak orang tua belum paham atau takut. Ada yang percaya mitos, ada pula yang masih mempertanyakan efek samping. Karena itu kami terus melakukan edukasi agar orang tua memahami manfaatnya,” jelasnya.
Nursyafarini memaparkan bahwa selain HPV, program BIAS juga mencakup sejumlah vaksin penting lain. Di tingkat SD terdapat imunisasi DT, TD, dan campak rubella, yang berfungsi mencegah tetanus, difteri, serta potensi kecacatan pada bayi akibat infeksi rubella pada ibu hamil.
“Vaksin-vaksin ini sudah melalui penelitian panjang dan aman untuk anak,” tambahnya.
Menurutnya, cakupan imunisasi yang tinggi sangat penting untuk membentuk kekebalan kelompok, sehingga penularan penyakit dapat ditekan.
Ia menilai bahwa setiap anak yang tidak diimunisasi bukan hanya berisiko tertular, tetapi juga berpotensi menjadi sumber penularan bagi teman sebayanya.
Untuk meningkatkan pemahaman masyarakat, Puskesmas Karang Joang memperkuat sosialisasi melalui sekolah, posyandu, media sosial, serta pendekatan personal kepada orang tua.
“Setiap tahun kami akan terus turun ke sekolah dan lingkungan. Harapannya, ke depan tidak ada lagi anak yang terlambat atau tertinggal imunisasi,” tutupnya. (yud/ADV/Dinkes Balikpapan)







