Lintaskaltim.com, BALIKPAPAN – Pelayanan Perumda Tirta Manuntung Balikpapan (PTMB) menjadi salah satu sorotan fraksi-fraksi DPRD Kota Balikpapan dalam Rapat Paripurna penyampaian pendapat akhir terhadap jawaban Wali Kota atas pertanggungjawaban pelaksanaan APBD Tahun Anggaran 2025. Sejumlah fraksi menilai pelayanan air bersih masih perlu ditingkatkan, terutama terkait proses pemasangan sambungan baru yang dikeluhkan masyarakat. Rapat paripurna yang digelar di Hotel Grand Senyiur Balikpapan, Senin (20/7/2026), tersebut memuat berbagai catatan strategis fraksi sebagai bahan evaluasi bagi Pemerintah Kota Balikpapan.
Ketua DPRD Kota Balikpapan, Alwi Al Qadri, mengatakan persoalan pelayanan PTMB masih menjadi perhatian karena banyak warga yang menyampaikan keluhan, baik mengenai kualitas pelayanan maupun sulitnya memperoleh sambungan baru.
“Ada beberapa fraksi yang menyoroti pelayanan PTMB. Keluhan masyarakat yang disampaikan tidak hanya terkait pelayanan air bersih, tetapi juga proses sambungan baru yang dinilai masih cukup sulit,” ujar Alwi.
Meski demikian, ia menjelaskan PTMB telah memberikan penjelasan bahwa saat ini perusahaan daerah tersebut memprioritaskan perbaikan jaringan pipa yang telah berusia tua. Langkah itu dilakukan untuk menekan tingkat kebocoran air yang masih cukup tinggi dan meningkatkan efisiensi distribusi.
“PTMB menyampaikan bahwa fokus mereka saat ini adalah memperbaiki pipa-pipa yang sudah tua karena tingkat kebocoran air masih cukup tinggi. Perbaikan jaringan ini diharapkan dapat meningkatkan kualitas pelayanan kepada masyarakat,” katanya.
Alwi menegaskan, upaya perbaikan infrastruktur memang penting dilakukan. Namun, hal tersebut tidak boleh mengurangi komitmen PTMB dalam memberikan pelayanan terbaik kepada masyarakat, termasuk mempermudah akses bagi warga yang membutuhkan sambungan baru.
Menurutnya, DPRD berharap PTMB dapat menyeimbangkan program pembenahan jaringan dengan peningkatan kualitas layanan sehingga kebutuhan masyarakat terhadap air bersih dapat terpenuhi secara optimal.
“Perbaikan jaringan harus berjalan seiring dengan peningkatan pelayanan. Aspirasi masyarakat mengenai kemudahan sambungan baru juga perlu menjadi perhatian agar pelayanan air bersih semakin baik,” pungkasnya. (ADV/DPRD Balikpapan)







