Lintaskaltim.com, BALIKPAPAN – Poli Gigi Puskesmas Graha Indah mencatat bahwa pasien dewasa masih mendominasi kunjungan layanan kesehatan gigi dan mulut. Meski demikian, kondisi ini bukan berarti anak-anak bebas dari masalah gigi.
Dokter Gigi Puskesmas Graha Indah, drg. Riana Susanti, menegaskan bahwa rendahnya kunjungan pasien anak lebih banyak dipengaruhi oleh minimnya perhatian orang tua terhadap kesehatan gigi anak.
“Banyaknya pasien dewasa itu bukan berarti anak tidak sakit gigi. Sering kali orang tua hanya fokus pada kondisi mereka sendiri. Ketika mereka sakit, langsung datang ke puskesmas. Tapi ketika anak mengalami keluhan, kadang hanya diberi obat tanpa dibawa untuk diperiksa,” ujar drg. Riana menjelaskan kepada wartawan, Sabtu (22/11/2025).
Menurut drg. Riana, kasus yang paling sering ditangani di poli gigi adalah karies gigi atau gigi berlubang serta penyakit pulpa. Sebagian besar pasien datang dalam kondisi gigi yang sudah rusak cukup parah.
“Selama gigi masih bisa dipertahankan, kami tidak akan melakukan pencabutan. Cabut gigi adalah pilihan terakhir. Karena itu angka pencabutan di puskesmas kami rendah. Yang justru tinggi adalah tindakan penambalan,” terangnya.
Ia menambahkan bahwa mempertahankan gigi asli selama mungkin penting untuk menjaga fungsi pengunyahan, kenyamanan makan, dan mencegah kebutuhan penggunaan gigi palsu di usia muda.
drg. Riana menjelaskan bahwa karies tidak hanya dipengaruhi kebiasaan sehari-hari, tetapi juga faktor internal yang sudah terbentuk sejak masa kehamilan. Nutrisi ibu hamil berperan penting dalam pembentukan kualitas gigi anak kelak.
“Pembentukan gigi susu sebenarnya sudah dimulai sejak bayi dalam kandungan. Nutrisi ibu sangat menentukan kuat tidaknya struktur gigi anak nantinya,” jelasnya.
Sementara itu, faktor eksternal berhubungan dengan pola hidup setelah anak lahir. Konsumsi makanan manis, kebiasaan jajan sembarangan, hingga pola menyikat gigi yang tidak teratur menjadi pemicu utama kerusakan gigi pada anak.
“Peran orang tua sangat besar. Anak harus dibiasakan menyikat gigi sejak dini, terutama sebelum tidur. Ini adalah langkah paling sederhana untuk mencegah karies,” tambahnya. (yud/ADV/Dinkes Balikpapan)







