Sekda Minta Disdik Berau Perhatikan Perpustakaan Supaya Naik Akreditasi

BERAU,- Sekretaris Kabupaten (Sekkab) Berau, Muhammad Said mendorong Dinas Perpustakaan dan Kearsipan (Dispusip) Berau untuk terus meningkatkan jumlah perpustakaan yang telah diakreditasi

“Saat ini sudah 65 perpustakaan di Berau terakreditasi dan menjadi terbanyak se-Kalimantan Timur,” ucapnya Rabu (17/4/2024).

Said sapaan akrabnya menjelaskan hal itu merupakan capaian positif yang mencerminkan keseriusan dalam membangun dan membudayakan literasi di Kabupaten Berau.

“Harapan saya juga akreditasi yang telah ada, dapat meningkatkan kualitas perpustakaan,” ungkapnya

Karena ia menilai indikator untuk mengukur tingkat kemajuan suatu bangsa bisa dilihat dari indeks pembangunan literasi masyarakat (IPLM).

“Kemajuan itu sebagai patokan seberapa banyak perpustakaan disuatu daerah yang sudah terakreditasi. Adalah perpus yang baik, yang bisa dikelola sesuai standar nasional untuk pengelolaannya,” sambung dia

Diakuinya, sarana dan prasana perpustakaan memang belum maksimal dan berharap program Dispusip dapat lebih banyak mengadakan buku untuk didistribusikan ke wilayah sesuai karakteristiknya.

“Seperti halnya, di wilayah pesisir Berau tentu lebih membutuhkan buku terkait perikanan dan sejenisnya,” tuturnya.

Said juga mendorong perpustakaan untuk melakukan kegiatan inklusi, yang tujuannya untuk meningkatkan kecerdasan masyarakat

“Mari bersama memberikan kontribusi terbaik untuk membangun Berau semakin sejahtera,” terangnya.

Sementara, Kepala Dispusip Berau, Yudha Budisantoso menambahkan perpustakaan di Bumi Batiwakkal kian banyak terakreditasi

“Dari 415 perpustakaan, ada 59 yang terakreditasi dan ditambah 16 lagi tahun ini,” tuturnya

Tugas berat selanjutnya kata dia kini mulai merencanakan lagi sekolah mana agar mendapatkan akreditasi

“Tentunya ini tidak mudah, kami lihat potensi di lapangan, perpustakaan sekolah masih perlu dukungan dinas terkait secara langsung. Baik itu Disdik Berau maupun Cabang Disdik Kaltim Wilayah IV,” paparnya.

Sebab sambung dia, akreditasi bukan pekerjaan yang mudah sebab ada 9 komponen yang dinilai.

“Yang utama adalah ketercukupan koleksi yang menjadi hal paling dasar. Serta pengadaan komputer yang menjadi satu paket. Tahun lalu kita sudah dapat bantuan buku baca dan tahun ini dapat tambahan bantuan lagi. Mudah-mudahan dapat menambah koleksi perpustakaan,” pungkasnya. (*adv)

Reporter: Tariska

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *