BERAU,- Harga komoditas buah kakao melambung tinggi, tentu menjadi kabar gembira bagi para petani kakao di Bumi Batiwakkal
Kepala Dinas Perkebunan (Disbun) Berau, Lita Handini mengatakan pada tahun ini penjualan hasil tanaman kakao mengalami kenaikan
Menurutnya kenaikan ini disebabkan karena negara penghasil coklat dunia banyak yang mengalami gagal produksi akibat pengaruh iklim global.
“Jadi banyak produksinya yang hancur dan memang stok kakau dunia ini lagi drop. Sehingga barang menjadi langka dan harga meningkat. Termasuk di Berau,” ujarnya, Selasa (30/4/2024)
Dirinya menyebut, untuk biji kering fermentasi dengan kualitas terbaik yakni dijual dengan harga Rp 120 ribu per kilogram yang pada sebelumnya dijual dengan harga Rp 55 ribu hingga Rp 70 ribu per kilogram.
“Untuk jenis kakao yang biasa itu seharga Rp 100 ribu per kilogram. Sedangkan untuk biji basah Rp 30 ribu per kilogram,” ungkapnya.
Dirinya berharap, kondisi ini akan terus berlangsung, sehingga dapat semakin menumbuhkan semangat para petani untuk memelihara dan meningkatkan produksi buah kakao-nya.
Selain itu, kata dia Disbun Berau juga akan terus mensupport para petani yang serius dalam mengembangkan perkebunan kakao di Bumi Batiwakkal.
“Kami siap memberikan support, baik itu bibit, pupuk, dan pengendalian hama dan penyakit,” bebernya.
Sementara itu Bupati Berau, Sri Juniarsih Mas menambahkan akan selalu mensupport dan melakukan peninjauan terhadap para petani-petani kakao di Kabupaten Berau.
“Coklat hasil produksi Kabupaten Berau merupakan yang terbaik se-Indonesia dan menjadi rebutan dari beberapa kota yang ada diluar Berau,” tuturnya.
Begitu pula, Sri Juniarsih Mas yakin Kakao bisa menjadi bisnis yang menjanjikan pada masa mendatang menggantikan komoditas sumber daya alam lainnya
“Selain sumber daya alam yang lain kakao juga menjadi primadona. Ini akan menjadi pengganti dari sumber daya alam yang lain yang mungkin sudah habis,” pungkasnya. (adv)
Reporter: Tariska







