TANJUNG REDEB – Sri Juniarsih, Bupati Berau, menegaskan komitmen Pemerintah Kabupaten Berau dalam menangani masalah stunting yang masih tinggi di wilayahnya.
“Stunting merupakan masalah bersama yang memerlukan kerjasama semua pihak. Saya mengajak untuk menggenjot program rembuk stunting sebagai upaya untuk menurunkan angka stunting,” kata Sri Juniarsih.
Rembuk stunting, lanjutnya, tidak hanya sebatas penanganan tetapi juga upaya preventif yang dimulai sejak masa kehamilan dengan pendataan perempuan hamil.
Data dari Dinas Pemberdayaan Masyarakat dan Kampung (DPMK) Berau menunjukkan bahwa program rembuk stunting telah diterapkan di 100 kampung di Kabupaten Berau.
“Target kami adalah semua kampung di Berau sudah melaksanakan rembuk stunting pada akhir Juni 2024. Ini adalah langkah strategis untuk mengatasi masalah stunting di daerah ini,” ujar Kepala DPMK Berau, Tenteram Rahayu.
Pada tahun 2023, hanya 43 kampung yang aktif melakukan rembuk stunting, namun tahun ini sudah ada 10 kampung yang bergabung. Hal ini penting sebagai langkah deteksi dini untuk memantau perkembangan anak-anak di kampung-kampung tersebut.
Upaya ini diharapkan dapat memberikan dampak positif dalam penurunan angka stunting dan meningkatkan kesejahteraan masyarakat Berau secara keseluruhan.(adv)
Reporter” Tariska







