Dewan Menilai Lemahnya Pengawasan Pembangunan Ilegal, Penyebab Banjir di Balikpapan

Lintaskaltim.com, BALIKPAPAN – Persoalan banjir yang semakin sering terjadi di wilayah Balikpapan kembali mendapat sorotan tajam dari Anggota Komisi III DPRD Balikpapan, Syarifuddin Oddang. Menurutnya, salah satu faktor utama penyebab banjir adalah buruknya infrastruktur, terutama sistem drainase yang tidak berfungsi dengan baik akibat tersumbat oleh material dari proyek pembangunan ilegal.

Oddang menjelaskan bahwa banyaknya proyek konstruksi tanpa izin telah memperburuk kondisi lingkungan di Balikpapan. Lahan yang terus dikupas tanpa perencanaan matang mengakibatkan air hujan tidak dapat terserap dengan baik ke dalam tanah. Akibatnya, setiap kali hujan deras, air menggenang di berbagai titik dan menyebabkan banjir yang merugikan masyarakat.

“Pembangunan tanpa izin ini tidak hanya merusak lingkungan, tetapi juga menambah penderitaan warga. Drainase yang tersumbat membuat air tidak bisa mengalir dengan lancar, dan lalu lintas terganggu. Ini dampak dari kurangnya pengawasan serta perencanaan yang tidak matang,” ujar Oddang, Kamis (30/1/2024).

Selain itu, ia juga menyoroti lemahnya pengawasan dari pihak RT dan kelurahan yang seharusnya bertindak sebagai garda terdepan dalam memastikan setiap pembangunan dilakukan sesuai aturan dan mempertimbangkan dampak lingkungan.

Ia menilai bahwa jika pengawasan dilakukan dengan lebih ketat, maraknya proyek ilegal ini dapat ditekan.

Menurutnya, pemerintah tidak bisa hanya menyalahkan masyarakat atas kondisi ini. Ia mendesak agar pemerintah lebih tegas dalam menindak pembangunan yang tidak memiliki izin resmi. Koordinasi antara instansi terkait, mulai dari kelurahan, Dinas Lingkungan Hidup (DLH), hingga aparat penegak hukum, harus diperkuat untuk memastikan tidak ada lagi proyek ilegal yang merusak tata ruang kota.

Diharapkan dengan adanya koordinasi yang lebih baik, pengawasan terhadap pembangunan ilegal bisa ditingkatkan, sehingga infrastruktur kota dapat diperbaiki dan risiko banjir dapat dikurangi.

Oddang menegaskan bahwa sinergi antara berbagai pihak sangat diperlukan agar Balikpapan bisa terbebas dari permasalahan banjir di Balikpapan. (Yud/ADV/DPRD Balikpapan)

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Berita Terbaru