Volume Sampah Makin Meningkat Saat Ramadan, Dewan Optimis TPA Manggar Masih Memadai

Lintaskaltim.com, BALIKPAPAN – Ketua Komisi III DPRD Kota Balikpapan, Yusri, menyampaikan keyakinannya bahwa Tempat Pembuangan Akhir (TPA) Manggar masih mampu menampung sampah kota selama jumlah penduduk belum mencapai angka 2 juta jiwa.

Meski volume sampah terus meningkat seiring dengan pertumbuhan penduduk, apalagi saat bulan ramadan seperti ini. Dinas Lingkungan Hidup (DLH) Kota Balikpapan memprediksi volume sampah meningkat dua kali lipat dari biasanya.

Yusri mengaku optimis bahwa TPA Manggar masih memadai dalam menampung jumlah sampah di Kota Balikpapan. Saat ini TPA Manggar dengan luas lahan sekitar 40 hektare, baru memanfaatkan sekitar 20 hektare. Sebagian lahan lainnya telah dimanfaatkan untuk penghijauan guna menjaga keseimbangan ekosistem di sekitarnya.

“Penduduk Balikpapan masih fluktuatif karena banyak pendatang. Namun, selama penduduk belum mencapai 2 juta jiwa, kapasitas TPA Manggar masih mencukupi,” ujar Yusri pada Senin (3/3/2025).

Yusri mengapresiasi penerapan sistem pemilahan sampah dari sumbernya yang telah mulai diterapkan di Balikpapan. Dengan pemilahan sampah organik, anorganik, dan bahan berbahaya (B3), volume sampah yang masuk ke TPA dapat berkurang secara signifikan.

“Pemilahan sampah sejak dari rumah tangga sangat membantu memperpanjang usia pakai TPA dan mengurangi dampak lingkungan. Kesadaran masyarakat dalam hal ini menjadi sangat penting,” katanya.

Ia juga mengingatkan pentingnya mengurangi produksi sampah plastik yang sulit terurai, terutama dengan mengganti penggunaan plastik sekali pakai dengan produk ramah lingkungan.

Dalam jangka panjang, Yusri mendorong pemerintah kota untuk mengadopsi teknologi pengelolaan sampah modern, seperti daur ulang, komposting, dan pemanfaatan sampah menjadi energi.

“Pengelolaan sampah yang menghasilkan energi adalah langkah modern dan berkelanjutan yang perlu dipertimbangkan. Ini tidak hanya mengurangi sampah, tetapi juga memberi manfaat tambahan bagi masyarakat,” tambah Yusri.

Dengan kapasitas yang masih memadai dan langkah pengelolaan yang lebih baik, DPRD optimistis pengelolaan sampah di Balikpapan dapat terus ditingkatkan. Yusri juga menegaskan bahwa kolaborasi antara pemerintah, masyarakat, dan sektor swasta sangat penting dalam menciptakan kota yang lebih bersih dan ramah lingkungan.

“Jika kita semua bekerja sama untuk mengurangi dan mengelola sampah, dampak negatif terhadap lingkungan dapat ditekan. Ini akan membuat Balikpapan menjadi kota yang lebih hijau dan nyaman untuk ditinggali,” pungkasnya. (*/ADV/DPRD Balikpapan)

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *