Kenang Tokoh Pemekaran PPU, Heningkan Cipta Warnai Paripurna HUT PPU ke-23

Lintaskaltim.com, PENAJAM PASER UTARA – Tepat 23 tahun yang lalu, pada 11 Maret 2002, Kabupaten Penajam Paser Utara (PPU) resmi berdiri. Momen bersejarah ini menjadi simbol perjuangan panjang masyarakat Benuo Taka dalam meraih status sebagai Daerah Otonomi Baru (DOB).

Pembentukan Kabupaten PPU diperkuat dengan Undang-Undang Nomor 7 Tahun 2002 tentang Pembentukan Kabupaten Penajam Paser Utara di Provinsi Kalimantan Timur, yang diteken pada 10 April 2002. Sebelumnya, wilayah PPU masuk dalam administrasi Kabupaten Paser.

Ketua DPRD PPU, Raup Muin, dalam Paripurna Hari Ulang Tahun (HUT) ke-23 Kabupaten PPU di Gedung DPRD, mengajak semua hadirin untuk mengenang perjuangan para tokoh yang berperan besar dalam pemekaran. “Mari kita mengenang jasa para tokoh pejuang pemekaran yang lebih dulu meninggalkan kita,” ujarnya pada Selasa (11/3/2025).

Raup mengungkapkan, terdapat 53 tokoh yang berjuang gigih untuk memekarkan PPU. Sebagian dari mereka telah berpulang, namun jasa mereka terus dikenang sebagai fondasi utama berdirinya kabupaten ini.

Proses pemekaran tidaklah mudah. Perjuangan ini melibatkan berbagai tantangan, termasuk menghadapi perdebatan terkait batas wilayah dan kendala administratif lainnya. Namun, semangat kebersamaan dan kearifan lokal menjadi kunci utama dalam menyelesaikan setiap persoalan.

“Perjuangan mereka penuh dengan tantangan, namun dengan semangat persatuan, semua polemik dapat diatasi hingga akhirnya PPU mampu berdiri sebagai daerah otonomi,” jelas Raup.

Peringatan HUT ke-23 Kabupaten PPU menjadi momentum untuk menghormati perjuangan para pendiri sekaligus merenungkan pencapaian yang telah diraih. Dengan visi dan semangat yang diwariskan oleh para pendahulu, Kabupaten PPU kini terus berupaya meningkatkan pembangunan di segala sektor demi kesejahteraan masyarakatnya.

“Semoga semangat perjuangan ini terus menjadi inspirasi untuk membangun PPU yang lebih baik lagi,” pungkas Raup.

Peringatan ini tidak hanya menjadi momen refleksi, tetapi juga pengingat akan pentingnya kerja keras dan kebersamaan untuk mencapai kemajuan yang berkelanjutan. (wal/ADV/DPRD PPU)

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *