Potensi Biostimulan Pupuk Organik dari Rumput Laut di Penajam Paser Utara

banner 728x250

Lintaskaltim.com, PENAJAM PASER UTARA – Kabupaten Penajam Paser Utara (PPU) berpotensi menjadi pelopor dalam pemanfaatan rumput laut sebagai bahan baku biostimulan pupuk organik. Hal ini diungkapkan oleh Wakil Ketua Komisi II DPRD PPU, Sujiati, yang melihat peluang besar dari budidaya rumput laut di wilayah tersebut, khususnya di daerah Babulu Laut. Di sana, petani telah aktif membudidayakan rumput laut jenis Sano-Sango sebagai sumber pendapatan alternatif selain usaha perikanan, seperti budidaya ikan bandeng.

“Untuk biostimulan pupuk organik, kami coba dalami dulu,” ujar Sujiati pada Rabu (23/4/2025). Menurutnya, perlu dilakukan kajian mendalam sebelum pengolahan rumput laut sebagai biostimulan diterapkan di Kabupaten PPU.

Penggunaan rumput laut sebagai bahan baku biostimulan organik merupakan inisiatif yang didorong oleh Kementerian Pertanian (Kementan). Biostimulan ini diyakini mampu meningkatkan pertumbuhan tanaman karena kandungan senyawa organik alaminya, seperti mineral, nutrien, dan hormon pertumbuhan. Selain mendukung produktivitas pertanian, inovasi ini juga dapat menekan biaya pupuk bagi petani.

“Kalau memang instruksinya begitu, ya kami lebih dulu cek, jika hasilnya bagus kenapa enggak bisa,” kata Sujiati. Ia menegaskan bahwa langkah ini harus didasari penelitian yang matang untuk memastikan manfaat dan keberlanjutan penerapannya di Kabupaten PPU.

Pemanfaatan rumput laut sebagai biostimulan organik memiliki potensi besar untuk meningkatkan efisiensi penggunaan nutrisi, kualitas, dan hasil panen tanaman. Selain itu, ini bisa menjadi sumber pemasukan tambahan bagi petani, sekaligus mengurangi ketergantungan pada pupuk kimia yang harganya sering berfluktuasi.

Sujiati optimis jika daerah lain mampu mengolah rumput laut menjadi biostimulan, maka Kabupaten PPU juga memiliki kemampuan yang sama. “Masa daerah luar saja bisa, daerah kita enggak bisa,” tegasnya.

Dengan adanya dukungan dari pemerintah daerah dan keterlibatan petani lokal, Kabupaten PPU diharapkan dapat memanfaatkan potensi rumput laut secara maksimal, tidak hanya sebagai komoditas ekonomi, tetapi juga sebagai inovasi pertanian berkelanjutan. Jika berhasil, ini dapat menjadi model bagi daerah lain di Indonesia. (wal/ADV/DPRD PPU)

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *