Lintaskaltim.com, PENAJAM PASER UTARA – Inspeksi mendadak (Sidak) lagi getol dilakukan oleh Wakil Bupati Penajam Paser Utara (PPU), Abdul Waris Muin di sejumlah Organisasi Perangkat Daerah (OPD). Tujuan utamanya untuk memastikan kedisplinan pegawai Aparatur Sipil Negara (ASN) maupun honorer.
Dari sidak yang dilaksanakan setidaknya sebanyak 122 pegawai telah diberikan Surat Peringatan (SP). Menyikapi banyaknya pegawai aspek disiplinnya masih kurang, Ketua DPRD Kabupaten PPU, Raup Muin, mengatakan jika kedisplinan menjadi kunci awal untuk lebih baik kedepannya.
“Kalau orang sudah tidak disiplin jangan harap dan mengharap,” ucap Raup, Selasa (22/4/2025).
Politisi Gerindra ini menuturkan jika kedisplinan menjadi tolak ukur salah satu penilaian dari profesionalitas pada diri ASN yang menasbihkan diri sebagai abdi masyarakat. Aspek disiplin dalam bidang kerja manapun sangat harus ditegakkan.
“Karena kedisplinan menjadi tolak ukur. Waktu saja dikorupsi, apalagi yang lain,” tegasnya.
Dirinya menyebut penegakan kedisplinan memang tak mudah. DPRD mendorong pihak Pemerintah Kabupaten (Pemkab) bagian kepegawaian untuk memberikan langkah konkret sebagai wujud efek jera.
“Apa langkah konkretnya, apakah ada sanksi dan bagaimana pemberian sanksinya. Untuk membuat disiplin itu tidak gampang,” terangnya.
Bahkan dirinya menginginkan Pemkab PPU dapat mempublikasikan nama-nama oknum ASN yang tak menunjukkan tanda-tanda memperbaiki aspek kedisiplinan. Hal itu, agar pegawai tidak terkesan mengabaikan hasil sidak yang dilakukan oleh orang nomor dua di Kabupaten PPU.
“Jangan sampai sudah ditegur, tapi enggak berubah atau menganggap sepele. Jadi masukanlah dalam berita, kalau perlu sebut saja oknum-oknumnya atau bidang mana,” imbuhnya.
Bahkan kedisplinan pegawai juga telah termuat dalam Peraturan Pemerintah (PP) Nomor 94 tahun 2021 tentang Disiplin ASN. Dimana mengatur antara lain; kewajiban, larangan, dan hukum disiplin yang dapat dijatuhkan jika terbukti melakukan pelanggaran.
“Jadi ada aturan dan ada kesadaran. Kalau hanya sekadar aturan, tapi enggak ada kesadaran susah juga, begitupun sebaliknya,” tutup Raup. (wal/ADV/DPRD PPU)






