Lintaskaltim.com, BALIKPAPAN – Pemerintah Kota (Pemkot) Balikpapan terus menggencarkan upaya peningkatan Pendapatan Asli Daerah (PAD) secara bertahap selama lima tahun ke depan. Berdasarkan proyeksi 2025, PAD ditargetkan mencapai Rp1,4 triliun. Strategi ini dipersiapkan secara matang melalui kajian yang dilakukan oleh Badan Pengelola Pajak Daerah dan Retribusi Daerah (BPDRD) Kota Balikpapan.
Sekretaris Daerah (Sekda) Kota Balikpapan, Muhaimin, mengungkapkan bahwa salah satu fokus utama dalam upaya optimalisasi PAD adalah sektor Pajak Bumi dan Bangunan (PBB). Khususnya, pemerintah menyoroti praktik para pengembang perumahan yang kerap mengubah tipe rumah dari tipe 45 menjadi tipe 80 tanpa memperbarui data PBB yang sesuai.
“Banyak perubahan fisik bangunan yang belum tercatat, sehingga nilai PBB masih mengacu pada kondisi awal bangunan. Hal ini menjadi perhatian kami untuk dilakukan penyesuaian secara bertahap,” ujar Muhaimin kepada wartawan, Kamis (24/7/2025).
Ia menambahkan, tidak hanya perubahan tipe rumah, penambahan lantai atau perluasan bangunan juga akan mempengaruhi nilai PBB yang harus dibayarkan. Pemerintah tengah mengintensifkan pendataan ulang terhadap properti-properti yang mengalami perubahan tersebut guna memastikan kontribusi pajak yang sesuai dengan kondisi riil.
Tak hanya dari sisi fisik bangunan, faktor lain yang menjadi dasar perhitungan PBB ke depan adalah peningkatan jumlah penduduk, pembangunan hunian baru, serta kenaikan nilai jual tanah yang terus meningkat, terutama di kawasan strategis dan berkembang.
Selain mengandalkan sektor PBB, Muhaimin juga menyebutkan bahwa sektor pajak hotel dan restoran menjadi penyumbang signifikan bagi PAD Balikpapan. “Pertumbuhan sektor pariwisata dan perhotelan akan terus kami dorong, karena terbukti memberikan multiplier effect terhadap perekonomian lokal,” katanya.
Sebagai bagian dari strategi ini, Pemerintah Kota Balikpapan mendorong kolaborasi lintas sektor, terutama dengan Dinas Penanaman Modal dan Pelayanan Terpadu Satu Pintu (DPMPTSP) serta Dinas Pariwisata, Pemuda dan Olahraga (Disparpora), untuk menggelar lebih banyak event-event berskala nasional. Event seperti ini diyakini mampu mendongkrak perputaran ekonomi lokal secara signifikan.
“Saat pelaksanaan HUT-45 Dewan Kerajinan Nasional (Dekranas) kemarin, kita bisa lihat sendiri dampaknya. Hotel-hotel penuh, UMKM kebanjiran pembeli, kuliner ramai dikunjungi, bahkan persewaan kendaraan mengalami peningkatan permintaan. Ini menjadi indikator bahwa event nasional sangat potensial untuk meningkatkan PAD,” ungkap Muhaimin.
Muhaimin menegaskan bahwa langkah-langkah ini akan dilakukan secara terstruktur dan bertahap, dengan tetap mengedepankan pendekatan yang komunikatif kepada masyarakat dan pelaku usaha.
“Kita tidak ingin memaksakan, tapi mengedukasi dan mengajak semua pihak untuk bersama-sama membangun kota ini dengan kontribusi nyata melalui pajak,” pungkasnya. (ADV/Diskominfo Balikpapan)













