Disporapar Dorong Penguatan Promosi Tugu Australia di Lapangan Merdeka

banner 728x250

LintasKaltim.com, BALIKPAPAN — Tugu Australia yang berdiri di kawasan Lapangan Merdeka, Balikpapan, menjadi salah satu saksi sejarah penting hubungan Indonesia dengan Australia dan Selandia Baru. Kini, Dinas Pemuda, Olahraga, dan Pariwisata (Disporapar) Kota Balikpapan berencana memperkuat promosi destinasi bersejarah tersebut agar lebih dikenal wisatawan lokal maupun mancanegara.

Kepala Disporapar Balikpapan, C.I. Ratih Kusuma, mengatakan Tugu Australia memiliki nilai sejarah tinggi karena dibangun untuk mengenang pasukan Australia dan Selandia Baru yang gugur dalam Pertempuran Balikpapan tahun 1945, salah satu operasi militer besar terakhir pada Perang Dunia II di kawasan Pasifik.

“Kalau kita lihat, Tugu Australia memang perlu penguatan promosi. Contohnya bisa dilakukan seperti pada Anzac Day, di mana ada kegiatan yang melibatkan langsung pihak Australia maupun masyarakat sekitar,” ujar Ratih pada Senin (20/10/2025).

Menurutnya, keberadaan Tugu Australia belum banyak diketahui masyarakat umum, padahal monumen ini memiliki makna historis yang besar. Ia menilai perlu ada konsep storytelling di kawasan tugu untuk memberikan pengalaman edukatif bagi pengunjung.

“Di Tugu Australia memang ada peta pertempurannya, tapi akan lebih menarik kalau ada penjelasan atau storytelling tentang bagaimana peristiwa itu terjadi,” jelasnya.

Ratih juga mengusulkan agar promosi Tugu Australia dilakukan secara terintegrasi dengan situs bersejarah lain di sekitar Balikpapan. Salah satunya adalah kawasan pemakaman di Chevron Gunung Pasir, yang juga menjadi bagian dari jejak pertempuran pasukan Sekutu pada masa itu.

“Kami ingin mempromosikan dalam bentuk satu paket wisata sejarah. Jadi, habis dari Tugu Australia bisa dilanjutkan ke lokasi pemakaman di Gunung Pasir. Tapi tentu perlu komunikasi dan kolaborasi agar wisatawan dapat berkunjung dengan cara yang sesuai,” ujarnya.

Selain menjadi simbol penghormatan, Tugu Australia juga menjadi lambang persahabatan dan perdamaian antara Indonesia dengan Australia. Setiap tahun, tugu ini menjadi lokasi upacara Anzac Day, peringatan bagi para prajurit Australia dan Selandia Baru yang gugur dalam berbagai peperangan.

Ratih berharap, dengan penguatan promosi dan penambahan elemen edukatif, Tugu Australia dapat menarik lebih banyak wisatawan sekaligus menumbuhkan kesadaran sejarah di kalangan masyarakat Balikpapan.

“Tugu ini bukan hanya monumen, tapi juga pengingat tentang perjuangan dan kerja sama lintas bangsa. Itu yang ingin kami hidupkan kembali melalui promosi yang lebih terarah,” pungkasnya. (ADV/DPOP Balikpapan)

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *