Lintaskaltim.com, BALIKPAPAN – Ketua Komisi III DPRD Kota Balikpapan, Yusri, menegaskan pentingnya percepatan pembangunan infrastruktur dan penanganan banjir di Kota Balikpapan agar dapat segera terealisasi, terutama menjelang tahun anggaran 2026.
Menurut Yusri, meski terdapat penyesuaian anggaran akibat pengurangan dana Transfer ke Daerah (TKD) dari pemerintah pusat, program-program prioritas tetap harus dijalankan, khususnya di sektor kesehatan dan pendidikan.
“Kalau bisa dalam tahun 2026 itu cepat terlaksana, kenapa tidak. Tapi karena ada pengurangan TKD dari pemerintah pusat, otomatis ada beberapa program yang dikurangi. Namun, kalau terkait visi dan misi Wali Kota, seperti kesehatan dan pendidikan, itu wajib. Karena pendidikan 20 persen dan kesehatan juga wajib. Itu bagian dasar yang harus dijalankan pemerintah kota,” jelas Yusri, Senin (27/10/2025).
Yusri menilai, di bidang pendidikan masih banyak kebutuhan pembangunan yang belum terealisasi. Tahun ini, kata dia, hanya dua proyek yang dapat dilaksanakan karena efisiensi anggaran.
“Harusnya masih bisa ditambah. Kita sekarang menuju Ibu Kota Nusantara (IKN). Kalau kita tidak bergerak sekarang, kapan lagi” ujarnya.
Terkait pengawasan penyerapan anggaran, Yusri menjelaskan bahwa Komisi III secara rutin melaksanakan rapat evaluasi setiap triwulan. Namun, untuk triwulan terakhir tahun ini, pelaksanaannya sedikit tertunda karena padatnya agenda kerja DPRD.
“Kami biasanya rapat setiap tiga bulan. Harusnya Oktober ini sudah kami laksanakan, tapi karena banyak kegiatan lain, kami menunggu kesiapan dari mitra kerja. Paling tidak di awal November nanti kami akan tanyakan lagi terkait serapan anggaran,” terangnya.
Yusri berharap seluruh anggaran tahun 2025 dapat terserap dengan baik menjelang akhir tahun anggaran. “Sekarang serapan sudah mencapai sekitar 80 persen. Mudah-mudahan tidak ada sisa lebih pembiayaan anggaran (Silpa),” katanya.
Ia menambahkan, sebagian kegiatan yang belum terlaksana umumnya bukan termasuk program prioritas. Sementara program strategis seperti penanganan banjir dan pembangunan infrastruktur dasar sudah berjalan dengan baik.
“Yang tertinggal itu kegiatan yang bukan prioritas saja. Kalau yang prioritas, seperti penanganan banjir, semuanya sudah terlaksana,” tutup Yusri. (ADV/DPRD Balikpapan)







