Balikpapan Fest dan Borneo Culture Week Lolos Kurasi Awal KEN 2026

Lintaskaltim.com, BALIKPAPAN – Dua agenda pariwisata unggulan Kota Balikpapan, yakni Balikpapan Fest dan Borneo Culture Week, berhasil lolos tahap kurasi administrasi Kementerian Pariwisata dan Ekonomi Kreatif (Kemenparekraf) untuk masuk dalam kalender Kharisma Event Nusantara (KEN) 2026.

Kabar tersebut disampaikan oleh Kepala Dinas Pemuda, Olahraga, dan Pariwisata (Disporapar) Kota Balikpapan, Ratih Kusuma, pada Kamis (13/11/2025).

“Alhamdulillah, Balikpapan kembali dipercaya. Tahapan selanjutnya adalah sesi paparan di hadapan tim Kemenparekraf yang dijadwalkan pada 14 November 2025,” ujarnya.

Ratih menuturkan, dari Provinsi Kalimantan Timur, terdapat empat event yang berhasil menembus seleksi awal KEN. Dua di antaranya berasal dari Kota Balikpapan, sementara dua lainnya berasal dari Kutai Timur Lom Plai (Pesta Adat dan Budaya) dan Tenggarong dengan Erau Adat Kutai.

Lebih lanjut, Ratih menjelaskan bahwa Balikpapan Fest 2026 akan mengusung tema “Pesisir Nusantara”, yang menegaskan identitas Balikpapan sebagai kota pesisir.

“Kalau tahun 2025 ini temanya lebih menonjolkan kearifan lokal Kalimantan Timur, seperti keraton, pedalaman, dan pesisir. Maka untuk tahun depan kami lebih spesifik menyoroti karakter pesisir Balikpapan,” jelasnya.

Menurut Ratih, apabila Balikpapan Fest kembali berhasil masuk dalam kalender KEN 2026, hal itu akan menjadi kali ketujuh bagi Balikpapan tercatat sebagai penyelenggara event berskala nasional.

“Masuknya ke kalender event nasional tentu menjadi kebanggaan tersendiri. Selain sebagai bentuk penghargaan terhadap kota, juga menunjukkan bahwa Balikpapan siap menjadi tuan rumah event berkualitas nasional,” terangnya.

Ratih menambahkan, tema yang diangkat juga selaras dengan kondisi sosial budaya Balikpapan yang majemuk.

Dengan mengusung tema Harmoni Nusantara karena keberagaman suku dan budaya di Balikpapan. Tahun depan konsepnya tetap menonjolkan semangat kebersamaan, tetapi dengan fokus pada identitas pesisir,” jelasnya.

Ia berharap, sinergi yang terjalin antara pemerintah daerah dan pusat dapat semakin memperkuat posisi Balikpapan dalam peta pariwisata nasional.

“Kalau kita lolos, Balikpapan akan masuk dalam publikasi resmi Kemenparekraf. Artinya, promosi dan eksposur kotanya akan semakin luas di tingkat nasional,” pungkasnya. (yud/ADV/DPOP Balikpapan)

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *