Lintaskaltim.com, BERAU – Pemerintah Kabupaten Berau melalui Badan Kesatuan Bangsa dan Politik (Kesbangpol) kembali menegaskan komitmennya dalam membentuk aparatur yang berkarakter dan berintegritas.
Komitmen ini diwujudkan melalui Sosialisasi Penguatan Wawasan Kebangsaan untuk ASN Berakhlak Tahun 2025 yang digelar di Ruang Rapat Sangalaki, Kantor Bupati Berau, Rabu (19/11/2025).
Kegiatan ini dibuka secara resmi Sekretaris Kabupaten Berau, Muhammad Said, dan diikuti perwakilan seluruh Organisasi Perangkat Daerah (OPD) serta 13 kecamatan.
Sosialisasi ini mengangkat dua materi utama, yaitu wawasan kebangsaan dan antikorupsi, dengan menghadirkan narasumber dari Kodim 0902/BRU dan Inspektorat Kabupaten Berau.
Said menegaskan, penguatan wawasan kebangsaan merupakan elemen penting dalam membentuk sumber daya manusia (SDM) yang kokoh dalam menghadapi tantangan zaman.
Ia menyoroti keberagaman suku, etnis, agama, dan budaya di Kabupaten Berau, sehingga nilai-nilai Pancasila harus menjadi pedoman bersama.
“Pancasila adalah bintang penuntun kita dalam kehidupan berbangsa dan bernegara. Nilai-nilai inklusivitas, toleransi, dan gotong royong yang terkandung di dalamnya merupakan perekat identitas nasional kita,” ujar Said.
Menurutnya, keberadaan Pancasila bukan hanya warisan bangsa, tetapi juga rahmat bagi daerah, seperti Berau, yang hidup dalam kemajemukan.
Said mengajak seluruh ASN untuk menjadikan Pancasila sebagai ideologi yang bekerja dan dirasakan manfaatnya oleh masyarakat dalam setiap aspek pelayanan.
Ia juga menekankan pentingnya peran Badan Kesbangpol dalam melakukan pembinaan mengenai wawasan kebangsaan, termasuk kepada generasi muda yang akan menjadi penentu masa depan bangsa.
Hal ini selaras dengan tujuan besar untuk mewujudkan Generasi Emas Indonesia 2045.
“Mari bersama membumikan Pancasila agar nilai-nilainya benar-benar hadir dalam kehidupan sehari-hari. Insya Allah kegiatan ini membawa manfaat bagi kita semua,” tambahnya.
Melalui kegiatan ini, Pemkab Berau berharap ASN semakin memahami perannya sebagai penggerak persatuan dan percontohan nilai-nilai kebangsaan.
Sehingga, pelayanan kepada masyarakat dapat berlangsung lebih berintegritas, profesional, dan berakhlak. (*/Adv)







