Lintaskaltim.com, BALIKPAPAN – Pemeriksaan kesehatan gigi balita yang dilakukan di Posyandu Melati 2 RT 02, Kelurahan Kariangau, Kecamatan Balikpapan Barat, kembali mengungkap tingginya kasus gigi berlubang pada anak usia dini. Sebagian besar balita yang hadir ditemukan mengalami karies atau gigi berlubang.
Temuan tersebut disampaikan oleh Dokter Gigi Puskesmas Kariangau, drg. Ajeng Narita Caustina, usai melaksanakan kegiatan penyuluhan, pemeriksaan gigi anak dan balita, serta edukasi cara menyikat gigi yang benar pada Sabtu (22/11/2025).
Kegiatan ini merupakan bagian dari upaya puskesmas dalam meningkatkan kesadaran orang tua terhadap pentingnya menjaga kesehatan gigi anak sejak dini.
Menurut drg. Ajeng, masih banyak orang tua yang menganggap gigi susu tidak terlalu penting karena nantinya akan digantikan oleh gigi permanen. Padahal, persepsi ini keliru dan dapat berdampak pada tumbuh kembang anak.
Ia menegaskan bahwa gigi susu memiliki peran vital sebagai penjaga ruang bagi tumbuhnya gigi permanen.
“Jika gigi susu rusak atau tanggal sebelum waktunya, gigi permanen berpotensi tumbuh tidak rapi atau berjejal,” jelasnya.
Lebih jauh ia menerangkan bahwa kerusakan gigi susu dapat menyebabkan berbagai masalah lain pada anak. Gigi yang berlubang dan menimbulkan rasa sakit dapat mengganggu kemampuan anak untuk mengunyah makanan. Jika berlangsung lama, kondisi ini dapat membuat anak mengalami penurunan nafsu makan.
“Kalau anak tidak mau makan karena sakit gigi, tentu asupan nutrisi terganggu dan bisa berdampak pada tumbuh kembangnya, bahkan meningkatkan risiko stunting,” tambah drg. Ajeng.
Selain mengganggu proses makan, kerusakan gigi susu juga dapat memengaruhi kejelasan bicara dan rasa percaya diri anak. Oleh karena itu, dia menilai pentingnya pemeriksaan gigi secara rutin, minimal setiap enam bulan sekali, serta pembiasaan menyikat gigi dua kali sehari pagi setelah sarapan dan malam sebelum tidur.
Dalam kegiatan tersebut, orang tua juga diajarkan teknik menyikat gigi yang benar untuk balita menggunakan metode scrub, serta tips memilih sikat dan pasta gigi yang aman untuk anak. Banyak orang tua tampak antusias mengikuti kegiatan dan mendapatkan pemahaman baru terkait perawatan gigi anak.
drg. Ajeng berharap edukasi seperti ini terus digelar secara rutin di berbagai posyandu agar angka kasus karies pada anak dapat ditekan.
“Harapan kami, setelah mendapat edukasi, orang tua semakin sadar bahwa kesehatan gigi itu bukan sekadar estetika, tetapi sangat memengaruhi perkembangan anak. Semakin dini dirawat, semakin besar peluang anak tumbuh sehat,” ujarnya.
Kegiatan edukasi dan pemeriksaan gigi di Posyandu Melati 2 ini juga menjadi bagian dari program pencegahan dini penyakit gigi dan mulut yang dicanangkan Puskesmas Kariangau dalam mendukung upaya peningkatan kesehatan anak di wilayah Balikpapan Barat. (yud/ADV/Dinkes Balikpapan)







