Puskesmas Karang Joang Kenalkan EMO Demo sebagai Metode Edukasi Gizi untuk 1.000 HPK di Posyandu

Lintaskaltim.com, BALIKPAPAN – Upaya peningkatan kualitas gizi keluarga pada kategori 1000 Hari Pertama Kehidupan (HPK) terus dilakukan Puskesmas Karang Joang melalui metode edukasi inovatif bernama Emotional Demonstration atau EMO Demo.

Petugas Promosi Kesehatan, Dwi Rizky Oktaverina, SKM, menjelaskan bahwa metode ini memberikan pendekatan berbeda dalam penyampaian pesan kesehatan di Posyandu.

EMO Demo merupakan metode penyuluhan partisipatif yang mengutamakan demonstrasi emosional untuk mendorong perubahan perilaku masyarakat.

Melalui cara penyampaian yang sederhana, menyenangkan, dan menyentuh perasaan peserta, informasi kesehatan menjadi lebih mudah diterima dan diingat.

“Metode ini dibuat untuk mengubah perilaku tidak sehat menjadi lebih sehat melalui pendekatan yang partisipatif. Pesan disampaikan secara inovatif dan penuh sentuhan emosi agar peserta lebih memahami dan terdorong untuk bertindak,” jelas Dwi pada Senin (24/11/2025).

Berbagai media dapat digunakan dalam kegiatan EMO Demo, mulai dari permainan, peragaan sederhana, tayangan video, hingga alat peraga lainnya. Dengan durasi sekitar 15–20 menit, metode ini dinilai lebih efektif dibandingkan penyuluhan konvensional yang cenderung satu arah.

Peserta kegiatan EMO Demo meliputi ibu hamil, ibu menyusui, serta ibu dengan bayi dan balita. Pelaksanaannya pun sangat sesuai dilakukan di Posyandu sebagai pusat pelayanan kesehatan keluarga.

Metode ini diharapkan mampu menjadi terobosan edukasi yang langsung menyentuh hati dan pikiran keluarga 1000 HPK, sehingga mereka lebih siap menerapkan pola hidup sehat dan bergizi untuk mencegah stunting.

“Dengan EMO Demo, kami berharap keluarga lebih mudah memahami pentingnya gizi seimbang, pola makan yang baik, serta perawatan anak sejak awal kehidupan,” tambahnya.

Puskesmas Karang Joang berkomitmen untuk terus mengembangkan metode edukasi yang kreatif dan efektif agar dapat menurunkan prevalensi stunting dan meningkatkan status kesehatan masyarakat. (yud/ADV/Dinkes Balikpapan)

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *