Dewan Soroti Kerentanan Anak Jalanan, Dorong Satpol PP Perkuat Patroli Malam Demi Perlindungan Anak

banner 728x250

Lintaskaltim.com, BALIKPAPAN – Kekhawatiran terhadap keselamatan dan masa depan anak-anak jalanan menjadi perhatian serius Sekretaris Komisi IV DPRD Kota Balikpapan, Muhammad Hamit.

Ia menilai, maraknya aktivitas anak-anak pengamen, terutama saat malam hari menggambarkan adanya celah perlindungan sosial yang perlu segera dibenahi.

Hamit menegaskan bahwa keberadaan anak-anak jalanan atau pengamen tersebut bukan sekadar isu ketertiban umum, tetapi lebih pada kondisi mereka yang rentan terhadap risiko perilaku menyimpang akibat minimnya pengawasan dan dukungan sosial.

Aktivitas malam yang bebas dinilainya berpotensi menyeret anak-anak ke lingkungan yang tidak sehat.

“Anak-anak sekarang banyak berkumpul di malam hari. Yang kita khawatirkan mereka ngelem, bahkan jangan sampai ada pesta narkoba,” ujarnya, menekankan pentingnya pencegahan sejak dini, Jumat (28/11/2025).

Ia meminta Satpol PP meningkatkan patroli malam sebagai bagian dari upaya perlindungan, bukan hanya penegakan aturan.

Menurutnya, pendekatan humanis sangat diperlukan agar anak-anak jalanan tidak sekadar ditertibkan, tetapi diarahkan dan dibina agar terhindar dari penyalahgunaan zat berbahaya.

“Mereka perlu lebih aktif dan meningkatkan pola kinerja. Patroli malam harus digiatkan lagi,” kata Hamit.

Selain itu, ia menyoroti terbatasnya jam kerja instansi terkait yang kebanyakan hanya berlangsung hingga pukul 17.00 Wita. Dalam kondisi seperti ini, strategi pengawasan perlu diperkuat, terutama karena potensi kerawanan justru meningkat setelah malam tiba.

Hamit berharap seluruh pihak, termasuk pemerintah, lembaga sosial, hingga masyarakat, dapat bekerja sama memastikan anak-anak jalanan mendapatkan perlindungan, pembinaan, dan akses terhadap lingkungan yang lebih aman. Ia menegaskan, masa depan mereka adalah tanggung jawab bersama. (ADV/DPRD Balikpapan)

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *