Lintaskaltim.com, BALIKPAPAN – Ketua Komisi IV DPRD Kota Balikpapan, Gasali, memastikan bahwa program BPJS Kesehatan Gratis tetap aman dan tidak akan terdampak meskipun pemerintah pusat melakukan pemangkasan dana Transfer ke Daerah (TKD). Kepastian ini ia sampaikan untuk meredam kekhawatiran warga bahwa layanan kesehatan gratis bakal terganggu akibat tekanan fiskal yang dialami daerah.
“Untuk program BPJS Kesehatan Gratis tidak terdampak. Yang terpengaruh pemangkasan itu lebih pada kegiatan pembangunan fisik,” tegas Gasali, Kamis (4/12/2025).
Gasali mengakui adanya pengurangan anggaran di sektor kesehatan, namun ia menegaskan bahwa program prioritas yang tercantum dalam RPJMD, termasuk BPJS Kesehatan Gratis, tetap berjalan seperti biasa. Pemerintah kota telah menyiapkan anggaran sekitar Rp95 miliar untuk pembiayaan program tersebut pada tahun depan.
Menurutnya, jumlah anggaran itu masih mencukupi meski jumlah peserta BPJS Gratis terus bertambah setiap tahun. Justru ia menilai tantangan terbesar ada pada ketepatan sasaran penerima manfaat.
“Tidak ada kenaikan anggaran, tapi tetap tersedia. Kami mendorong Dinas Sosial untuk memperbarui data peserta agar program ini tepat sasaran,” ujarnya.
Gasali menyoroti masih ditemukannya data penerima yang tidak akurat, termasuk peserta yang seharusnya tidak lagi berhak, namun masih tercatat sebagai penerima manfaat.
“Saat ini Dinas Sosial sedang melakukan pemutakhiran data door to door. Jangan sampai orang yang sudah meninggal masih terbayar iurannya. Ini penting agar anggaran kita bisa digunakan secara maksimal dan tepat sasaran,” tegasnya.
Dia berharap pembaruan data berjalan cepat sehingga laporan yang masuk ke pemerintah pusat benar-benar mencerminkan kondisi riil di lapangan. Dengan data yang valid, anggaran BPJS Kesehatan Gratis dapat sepenuhnya dialokasikan untuk warga yang benar-benar membutuhkan. (ADV/DPRD Balikpapan)







