Lintaskaltim.com, BALIKPAPAN – Pemerintah Kota (Pemkot) Balikpapan melalui Dinas Pendidikan dan Kebudayaan (Disdikbud) memastikan program seragam sekolah gratis tetap berlanjut pada tahun ajaran 2026/2027, meskipun terdapat efisiensi anggaran dan pemotongan dana Transfer Ke Daerah (TKD)
dari pemerintah pusat.
Kepala Disdikbud Kota Balikpapan, Irfan Taufik, mengatakan saat ini proses pelaksanaan program tersebut sudah mulai berjalan. Tahapan awal dilakukan dengan pengukuran seragam oleh masing-masing sekolah untuk peserta didik baru.
“Untuk saat ini, proses pengukuran seragam sekolah gratis sudah mulai dilakukan di sekolah-sekolah. Tahapannya memang dimulai dari sekarang,” ujar Irfan.
Ia menjelaskan, jumlah seragam yang disediakan diperkirakan akan mengalami peningkatan setiap tahun. Pada tahun ajaran 2026/2027, penambahan diperkirakan sekitar 100 hingga 200 pasang, dengan jumlah seragam yang diberikan tetap sebanyak tiga pasang untuk setiap siswa.
“Seragamnya masih sama, tiga pasang. Untuk SMP seragam putih biru, dan untuk SD seragam merah putih, batik, serta pramuka,” jelasnya.
Irfan menegaskan, meskipun terdapat pemotongan dana TKD dari pemerintah pusat, program prioritas Pemkot Balikpapan di bidang pendidikan tetap berjalan. Selain seragam gratis, program SPP gratis, subsidi SPP, serta tunjangan tambahan penghasilan guru juga tetap dipertahankan.
“Walaupun ada efisiensi anggaran dari pemerintah pusat, program prioritas pendidikan di Balikpapan tetap berjalan. SPP gratis masih, subsidi SPP masih, tunjangan tambahan penghasilan guru juga masih,” tegasnya.
Selain itu, Pemkot Balikpapan juga terus melanjutkan kerja sama dengan sekolah swasta. Tahun lalu terdapat 13 sekolah swasta yang mendapat dukungan penuh dari pemerintah kota, dan jumlah tersebut berpotensi bertambah pada tahun ajaran baru ini.
“Tahun lalu ada 13 sekolah swasta yang kita dukung penuh. Tahun ajaran baru ini bisa lebih dari itu, tergantung situasi dan kondisi,” tutup Irfan. (yud)








