Agrowisata Gunung Binjai Diprediksi Tingkatkan Kesejahteraan Petani

Lintaskaltim.com, BALIKPAPAN – Potensi kawasan Gunung Binjai di Kelurahan Tritip, Balikpapan Timur, mulai dilirik sebagai salah satu alternatif destinasi wisata baru berbasis alam dan pertanian. Anggota

Komisi II DPRD Kota Balikpapan, Japar Sidik, menilai kawasan tersebut memiliki daya tarik yang cukup kuat untuk dikembangkan, khususnya dengan konsep wisata kuliner di tengah hamparan sawah.

Ia melihat langsung kondisi geografis serta potensi alam yang dinilai masih sangat alami dan belum tergarap secara maksimal.

“Saya melihat langsung, di sana punya potensi wisata yang bagus. Hamparan sawahnya luas dan masih asri, ini bisa menjadi daya tarik tersendiri kalau dikemas dengan baik,” ujarnya kepada wartawan, Kamis (2/4/2026).

Menurut Japar, tren wisata saat ini menunjukkan peningkatan minat masyarakat terhadap konsep wisata berbasis alam (nature-based tourism) yang menawarkan suasana tenang, jauh dari hiruk-pikuk perkotaan. Gunung Binjai dinilai memenuhi kriteria tersebut, terutama jika dipadukan dengan konsep kuliner sederhana namun autentik.

Dia mencontohkan konsep wisata yang berkembang di Yogyakarta, di mana sejumlah tempat makan justru mengandalkan suasana pedesaan sebagai daya tarik utama. Pengunjung tidak hanya datang untuk menikmati makanan, tetapi juga pengalaman bersantap di tengah sawah yang memberikan nuansa berbeda.

“Seperti di Jogja, orang datang bukan hanya karena makanannya, tapi karena suasananya. Duduk di tengah sawah, menikmati angin sepoi-sepoi, itu yang dicari,” jelasnya.

Japar menilai konsep serupa sangat mungkin diterapkan di Gunung Binjai. Selain mendukung sektor pariwisata, pengembangan ini juga diyakini dapat memberikan nilai tambah bagi para petani lokal, baik melalui peningkatan pendapatan maupun pemberdayaan ekonomi masyarakat.

“Ini bisa jadi peluang ekonomi baru bagi warga. Petani tidak hanya bergantung pada hasil panen, tapi juga bisa terlibat dalam sektor wisata,” tambahnya.

Namun demikian, ia mengingatkan bahwa pengembangan kawasan wisata tidak bisa sepenuhnya mengandalkan anggaran pemerintah daerah yang terbatas. Oleh karena itu, keterlibatan pihak swasta dinilai menjadi kunci percepatan pembangunan.

“Kalau hanya mengandalkan pemerintah, pasti terbatas. Kita perlu mendorong investasi dari swasta agar pengembangannya bisa lebih cepat dan terarah,” tegasnya.

Selain investasi, aspek infrastruktur juga menjadi perhatian. Meski akses menuju kawasan Gunung Binjai dinilai sudah cukup memadai, peningkatan kualitas jalan masih diperlukan untuk mendukung kenyamanan pengunjung.

“Akses sudah ada, tapi perlu ditingkatkan, seperti pengaspalan jalan dan penunjang lainnya. Ini penting kalau kita ingin menarik lebih banyak wisatawan,” katanya.

Di sisi lain, Japar juga menyinggung hasil
Dengan potensi yang dimiliki serta dukungan berbagai pihak, kawasan Gunung Binjai diharapkan dapat berkembang menjadi destinasi wisata baru yang tidak hanya menarik secara visual, tetapi juga mampu menggerakkan roda perekonomian masyarakat lokal secara berkelanjutan. (ADV/DPRD Balikpapan)

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *