Lintaskaltim.com, BALIKPAPAN – DPRD Kota Balikpapan akan mengkaji secara mendalam usulan anggaran sebesar Rp10 miliar untuk pembangunan bendungan di wilayah Balikpapan Barat. Langkah ini dilakukan guna memastikan besaran anggaran yang diajukan benar-benar sesuai dengan kebutuhan teknis di lapangan dan mampu menjawab persoalan banjir yang kerap terjadi.
Ketua DPRD Kota Balikpapan, Alwi Al Qadri, mengatakan pihaknya tidak ingin terburu-buru dalam menyetujui angka yang diusulkan tanpa kajian komprehensif. Menurutnya, perhitungan anggaran harus dilakukan secara cermat agar pembangunan bendungan dapat berjalan efektif dan tepat sasaran.
“Nanti kita pelajari dan kita lihat. Jangan sampai angkanya terlalu besar, tapi juga jangan sampai terlalu kecil,” ujar Alwi ketiak diwawancarai wartawan usai meninjau gedung DPRD yang baru, Jumat (20/2/2026).
Ia menegaskan, ketepatan perencanaan menjadi kunci utama dalam pembangunan infrastruktur pengendali banjir. Kesalahan dalam estimasi anggaran, baik terlalu tinggi maupun terlalu rendah, berpotensi menghambat pelaksanaan proyek atau bahkan mengurangi kualitas hasil pembangunan.
Wilayah Balikpapan Barat selama ini termasuk daerah yang rawan terdampak genangan saat curah hujan tinggi. Karena itu, pembangunan bendungan dinilai sebagai salah satu solusi jangka panjang untuk mengendalikan debit air dan meminimalkan risiko banjir.
Namun demikian, Alwi mengingatkan bahwa persoalan banjir di Balikpapan tidak bisa diselesaikan hanya dengan satu proyek. Diperlukan pendekatan terpadu, mulai dari pembangunan infrastruktur penahan air, normalisasi drainase, hingga pengendalian tata ruang.
“Masalah banjir ini butuh biaya besar dan perencanaan matang. Jadi setiap program harus betul-betul dihitung dampaknya,” tegasnya.
DPRD memastikan setiap usulan pembangunan, termasuk proyek bendungan di Balikpapan Barat, akan melalui proses pembahasan bersama pemerintah kota. Evaluasi akan mencakup aspek teknis, urgensi kebutuhan, hingga kesiapan lahan dan dokumen pendukung lainnya sebelum diputuskan dalam penganggaran resmi.
Dengan kajian yang komprehensif, DPRD berharap pembangunan bendungan tersebut nantinya benar-benar memberikan manfaat nyata bagi masyarakat, khususnya dalam mengurangi risiko banjir dan meningkatkan kualitas lingkungan di Balikpapan Barat. (ADV/DPRD Balikpapan)







